Subsidi Elpiji 3 Kg Bakal Dihapus


Rabu, 25 Maret 2015 - 19:55:14 WIB
Subsidi Elpiji 3 Kg Bakal Dihapus

Untuk tahap perta­ma, ren­cana ini diuji­coba pada Juni mendatang di tiga daerah, yakni Ba­tam, Bali dan Bangka. Bila berhasil, sistem ini akan diber­laku­kan secara na­sional.

Baca Juga : PKS Kota Batam Targetkan Perolehan Kursi Dua Kali Lipat di Pemilu 2024

Menurut Pelaksana Tu­gas (Plt) Direktur Jen­­deral Minyak dan Gas B­u­mi Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, Rabu (25/3), dalam uji coba itu, masyarakat miskin akan menda­patkan bantuan non-tunai sebesar Rp45 ribu per bulan, melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Subsidi elpijinya kita alih­kan ke subsidi langsung, jadi setiap bulan akan dikirimkan dana melalui kartu khusus atau ‘kartu sakti’ Pak Presiden,” terangnya.

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

Bila uji coba subsidi langsung elpiji di Batam, Bali dan Bangka berhasil, maka akan diberlakukan nasional. Di mana setiap pemegang kartu akan mendapatkan bantuan sebesar Rp42 ribu hingga Rp45 ribu per bulan. “Sekarang dana subsidi elpiji Rp26,5 triliun,” tambahnya.

Ditambahkan Wiratmaja. pihak­nya optimis sistem baru bisa sukses dan diberlakukan secara nasional pada awal 2016 mendatang. “Ini ide sudah cukup lama, cuma ekseku­sinya belum dilakukan, kita optimis sistem ini akan berhasil,” tutupnya.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

Hindari Penyelewengan

Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, peng­gunaan KKS itu bertujuan untuk menghindari terjadinya penyele­we­ngan, khususnya aki­bat permainan agen yang nakal.

Baca Juga : Terjun ke Politik, Athari Gauthi Ardi: Ingin Kampung Seperti Jakarta

“Secara kebijakan arahnya ke sana, yakni subsidi langsung. Tapi memang, elpiji 3 kilogram ini secara operasional rumit, tapi harus dise­lesaikan cepat,” ujarnya.

Ditambahkannya, tujuan peme­rintah untuk mengubah subsidi elpiji menjadi subsidi langsung adalah, agar subsidi dari negara ini tepat sasaran atau langsung dinik­mati masyarakat miskin.

“Yang penting arah kebijakannya adalah nomor satu, harus sampai pada masyarakat miskin. Supaya orang miskin yang pegang kartu bisa belanjakan uangnya ketika membeli elpiji,” katanya.

Sudirman menambahkan, peme­rintah sedang menghitung berapa besaran subsidi langsung elpiji di ‘kartu sakti’, termasuk harga Elpiji 3 kilogram yang ditetapkan Perta­mina. Sebab, bila sistem itu diber­lakukan, otomatis elpiji 3 kilogram tidak disubsidi lagi.

Sedangkan Wapres Jusuf Kalla, ketika dimintai tanggapannya, tidak mau berandai-andai. “Kita lihat dulu uji cobanya bagaimana,” ujarnya.

Dikatakan, pemerintah pada dasarnya ingin subsidi gas elpiji tepat sasaran, tidak dinikmati orang kaya dan mampu. Tapi, sampai saat ini distribusi gas elpiji 3 kilogram masih bebas atau sistem distribusi terbuka, siapa saja boleh membeli. Memang ada pilihan dilakukan sistem distri­busi tertutup, di mana hanya orang yang punya kartu khusus yang boleh membeli bahan bakar murah itu. Namun JK mengakui pelaksanaan sistem ini rumit.

“Kalau distribusi tertutup, admi­nistrasinya rumit. Kalau terbuka seperti sekarang stok elpiji harus cukup banyak,” kata JK. (h/dtc,ral, sis)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]