Timwas Periksa Dua Petinggi Kejari Pekanbaru


Kamis, 26 Maret 2015 - 19:19:16 WIB
Timwas Periksa Dua Petinggi Kejari Pekanbaru

Lebih lanjut dijelaskan Erwin, kalau pemanggilan terhadap kedua petinggi Kejari Pekabaru tersebut berkenaan dengan kinerjanya di lingkungan Kejari Pekanbaru serta berkaitan dengan kinerja bawahan.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Dalam kesempatan tersebut, Erwin juga menyatakan kalau pihaknya juga akan memanggil sejumlah pihak lainnya, untuk mencari kebenaran dari peristiwa yang turut mecoreng nama Korps Adhyaksa tersebut. “Rencananya kita akan panggil warga atau orang-orang yang melakukan penggere­bekan di lokasi. Untuk jadwal besok, kita akan memanggil Ketua Rukun Tetangga (RT) dan terakhir baru oknum jaksanya, yakni ANP,” jelasnya.

Seperti diketahui, ANP, ok­num jaksa dari Kejaksaan Negeri (Ke­jari) Pekanbaru yang berstatus janda beranak satu, diduga mela­kukan perzinahan dengan oknum polisi yang bertugas di Polsek Tenayan Raya, berinisial DSH (33), di Jalan Indrapuri Perum Puri Indah Blok D 22 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (18/3). Saat itu, kedua­nya dipergoki suami dari DSH, berinisial ERS (34) dan warga.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Peristiwa memalukan tersebut terjadi pada Rabu (18/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, ter­dapat ANP yang diduga seling­kungan DSH. Sebelum digerebek, istri DSH menyampaikan kepada Ke­tua RT dan anggota Polsek Tenayan Raya. Untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan, selanjutnya diamankan di Polresta Pekanbaru.

Jika terbukti, keduanya akan dijerat dengan pasal perzinahan. Namun, perkara ini juga meru­pakan delik aduan. Jika ditemukan ada kekerasan terhadap istri DSH saat kejadian tersebut, DSH juga akan dikenakan pasal terkait Ke­ke­rasan Dalam Rumah Tangga (KD­RT). Karena oknum polisi tersebut belum cerai, meski telah lama berpisah. Terkait perbuatan oknum po­lisi tersebut, secara internal akan diproses di Propam. Baik secara disiplin maupun kode etik.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Untuk diketahui, oknum po­lisi DSH diduga telah melakukan penelantaran terhadap anak dan istrinya sejak 8 September 2014 silam. Hal tersebut diketahui, dari laporan yang dilayangkan sang istri melaporkan suaminya ke Polda Riau pada Senin (16/3) kemarin. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]