Bank “Perang” Bunga KPR


Kamis, 26 Maret 2015 - 19:22:33 WIB
Bank “Perang” Bunga KPR

Menurut Basuki, kebijakan tersebut ditetapkan seiring dengan aksi pemerintah untuk memulai ground breaking pro­yek pembangunan satu juta rumah.

Baca Juga : Mantan Komandan Kapal Selam Nuklir Inggris: KRI Nanggala 402 Mungkin Tak Akan Ditemukan

Atas hal tersebut, pihak bank pun menyambut positif terhadap sikap dari peme­rintah. PT Bank Central Asia Tbk (berkode saham BBCA) dan PT Bank Tabungan Ne­gara Tbk (berkode saham BBTN) merupakan dua bank yang telah memutuskan untuk memangkas suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) ke level terendahnya sejak Fe­bruari 2015.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menga­takan bahwa pihaknya berani mematok bunga KPR sebesar 8,88 persen untuk jangka waktu tiga tahun. Adapun masa pena­waran bunga spesial itu akan berlangsung hingga Mei men­datang.

Baca Juga : Usai Kasus KIPI Seperti Stroke, Thailand Tetap Pakai Sinovac

“Jadi, tiga tahun fixed (te­tap) 8,88 persen dan dua tahun kemudian ditetapkan (cap) paling tinggi 9,99 persen,” kata Jahja, Rabu malam (25/3).

Apa yang dilakukan BCA berbuah manis. Jahja me­ngung­kapkan, dari penawaran suku bunga rendah BCA mam­pu menarik banyak peminat, bah­kan aplikasi yang masuk dalam satu bulan saja sudah me­nem­bus sebesar Rp4,7 triliun.

Baca Juga : Ini Peringatan Keras untuk Negara Barat, Putin: Jangan Lewati 'Garis Merah' Kami!

Seakan tak mau kalah, Direktur Utama BTN, Mar­yono menegaskan bahwa pi­haknya sudah menurunkan suku bunga KPR sejak awal Maret 2015. Dia menjelaskan, suku bunga KPR BTN turun antara 0,25-0,75 persen.

“Kalau pemerintah menu­runkan, ya, kita turun. Kalau ada KPR lama yang bunganya masih tinggi, kita turunkan 100-200 basis poin,” jelas Maryono.

Baca Juga : Australia Bakal Buka Kebun Ganja Terbesar di Queensland

Sedangkan untuk rumah subsidi non Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dia menyebutkan, penurunan suku bunganya mencapai 200 basis poin atau berkisar dua persen.

Terkait dengan geliat per­bankan yang memangkas suku bunganya, Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Eddy Hussy menilainya sebagai langkah yang positif bagi pihak bank yang bersangkutan.

Dia mengatakan, bunga KPR yang dipatok perbankan merupakan instrumen penting dalam bisnis ini. Hal tersebut merupakan salah satu instru­men pemikat bagi para calon konsumen yang memutuskan untuk membeli properti yang ditawarkan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (h/vvn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]