Bank Dunia Perluas Instrumen Manajemen Risiko Bencana


Kamis, 26 Maret 2015 - 19:28:55 WIB
Bank Dunia Perluas Instrumen Manajemen Risiko Bencana

Dengan perluasan instru­men manajemen risiko ben­cana itu, definisi risiko ben­cana kini diperluas tidak hanya terkait kejadian bencana alam tetapi juga mencakup pan­demi, epidemi (wabah), serta peristiwa lainnya yang juga berdampak kepada isu-isu kesehatan seperti angka kema­tian dan angka harapan hidup.

Selain itu, bila sebelumnya Bank Dunia hanya dapat me­na­war­kan kepada negara-ne­gara anggotanya dalam bentuk derivatif, kini cakupan instru­men itu diperluas hingga meli­puti seperti asuransi.

Baca Juga : Suami Bungkus-bungkus Istri Viral di Medsos, Netizen Sebut Kelainan Seksual!

Ia memaparkan Bank Du­nia telah memainkan peran penting dalam men­gem­bang­kan pasar untuk transfer risiko bencana hingga sebanyak 18 transaksi yang bernilai sebesar 1,4 miliar dolar AS sampai kini. Lembaga ke­uangan mul­tilateral itu men­yediakan du­kungan bagi negara-negara anggota dan klien lain­nya un­tuk menilai tingkat ke­rentanan dan mengatasi risiko bencana, serta menyediakan dukungan teknis dan bantuan finansial untuk asesmen risiko, pengu­rangan risiko, kesiapan, pro­teksi finansial, serta pemu­lihan ber­ketahanan dan rekonstruksi.

Sebelumnya, Wakil Pre­siden Jusuf Kalla mengatakan penanggulangan bencana alam yang kerap terjadi di berbagai negara di dunia termasuk Indo­nesia membutuhkan kerja sa­ma internasional guna memu­lihkan kondisi pascabencana.

“Tentunya Indonesia tidak akan mampu untuk melakukan pemulihan secara cepat tanpa dukungan dunia inter­nasio­nal,” kata Wapres saat mem­berikan sambutan dalam Kon­ferensi PBB ke-3 tentang Peng­u­rangan Risiko Bencana di Sendai, Jepang, Sabtu (14/3).

Jusuf Kalla mengingatkan bahwa frekuensi dan tingkat ke­ru­sakan bencana semakin meningkat dan sangat mem­pengaruhi ma­nusia sehingga menjadi pertanda serius untuk dicatat karena ada jutaan orang yang hidupnya terkena dampak bencana alam.

Menurut dia, Indonesia juga telah berinvestasi pada pen­cegahan bencana, mitigasi, dan ke­siap­siagaan, sehingga saat ini telah menjadi prioritas utama dengan mengin­tegrasi­kan pe­ndekatan Disaster Risk Re­duction dalam agenda pem­bangunan.

Wapres mengemukakan, Indonesia juga memberikan perhatian khusus dalam mem­perkuat kapasitas lokal dan tindakan lokal; memanfaatkan pengetahuan lokal dan kearifan lokal; dan melibatkan semua kelompok masyarakat upaya Pengurangan Risiko Bencana, seperti perempuan, mereka yang kurang mampu, pemuda, dan kaum disabilitas.

“Namun, kita memahami bahwa semuanya ini meru­pakan upaya jangka panjang dan membutuhkan kerja sama inter­nasional di semua ting­katan, untuk membangun ka­pasitas negara-negara ber­kembang agar masyarakatnya tahan terhadap bencana,” kata­nya. Oleh ka­rena itu, jelas Jusuf Kalla ke­mitraan bilateral dengan ne­gara-negara tetangga perlu untuk terus ditingkatkan dan dipromosikan baik tingkat re­gional maupun global. (h/ant )

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]