Konflik Internal Partai Ganggu Kinerja Anggota DPR


Kamis, 26 Maret 2015 - 19:39:37 WIB
Konflik Internal Partai Ganggu Kinerja Anggota DPR

Fadli benar-benar sudah merasakan betapa ter­ham­batnya kinerja parlemen hanya karena permasalahan rebut-rebutan kekuasaan. Terakhir, munculnya hak angket meng­guggat keputusan Men­teri­Hukum dan HAM (Men­kum­ham), Yasona Laoly terkait kepengurusan Partai Golkar dan PPP.

Baca Juga : Pemerintah Ingin Setop Impor BBM, PKS: Jangan Sekedar Pepesan Kosong

Karena itu, ia meminta Pimpinan DPR untuk ber­sikap tegas menyikapi soal kubu-kubuan di Fraksi Partai Golkar dan Fraksi PPP. Sikap Pim­pinan DPR yang tidak tegas selama ini dalam menye­lesai­kan dualime pimpinan fraksi telah menyebabkan Parlemen tersandera dan tak bisa bekerja dengan baik sesuai tupoksi.

“Kalau mau menyelesaikan masalah secara efektif, ini ada di pimpinan. Ada langkah cepat di pimpinan. Kalau ada dua kelompok, ada dua kubu, harus bisa segera diputuskan kubu siapa yang bisa dijadikan pegangan. Tentu tolak ukurnya adalah putusan pemerintah,” tegas Fadli Nursal yang selama ini berada di kubu PPP Romy.

Baca Juga : PKS Kota Batam Targetkan Perolehan Kursi Dua Kali Lipat di Pemilu 2024

Bowo Sidik juga mengakui prihatin dengan kondisi parpol dan DPR yang terbelah seka­rang ini, karena pasti meng­gangu kinerja DPR. Ala­sannya, karena anggota DPR sekarang ini masih takut kehilangan kekuasaan, takut dengan partai dan takut dengan elit-elit po­litik yang berkuasa.

Karena itu ia berharap, siapapun kubu Golkar yang menang, baik Aburizal Bakrie (ARB) maupun Agung Lak­sono, tidak melakukan PAW karena anggota DPR memiliki tanggungjawab yang besar kepada konstituennya di dae­rah masing-masing.

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

“Jadi, ke depan kalau bisa tidak ada recall, pencopotan, agar anggota DPR yang ber­tang­gungjawab kepada kon­stituennya bisa bekerja dengan baik untuk daerah pemilihan masing-maisng. Kita harap konflik itu segera berakhir dan semua kembali bersatu dan mengabdi untuk rakyat,” ha­rap Bowo yang menyatakan men­dukung kubu Agung Laksono.

Sedangkan Ray ber­keya­kinan bahwa konflik internal di PPP dan Golkar tidak akan selesai sampai akhir tahun 2015 ini. Sebab, siapapun yang menang, apalagi Agung Lak­sono atau Romahurmuziy (Romi), maka mereka ini akan bergerak untuk melakukan reposisi pimpinan fraksi, pim­pinan komisi, dan sampai pimpinan DPR/MPR. “Jadi, selama 2015­ ini kegaduhan politik akan berlanjut dan DPR akan makin terpuruk di mata rakyat,” ujarnya.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

Sebenarnya dalam kondisi saat ini menurut Ray, meru­pakan peluang bagi anggota DPR untuk menunjukkan kiner­ja dan kualitasnya sebagai wakil rakyat.  “Mau berpen­dapat apapun di tengah fraksi yang tak ber­tuan, maka bebas saja untuk berekspresi. Mau ikut angket Menkumham, mau tolak angket tidak masalah, tidak ada yang akan me-recall,” tegasnya. (h/sam)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]