Angkot di Kota Padang yang Tak Tersentuh Aturan


Kamis, 26 Maret 2015 - 19:40:59 WIB
Angkot di Kota Padang yang Tak Tersentuh Aturan

Berikutnya dashboar juga dibuka, sehingga kondisinya benar-benar tidak nyaman. Roda dan suspensi disediakan yang ceper alias rendah. Kaca jendelanya dilapis dengan plastik warna hitam pekat. Kaca itu pun ditempeli berbagai stiker sehingga kondisinya semakin gelap. Begitulah kondisinya. Penumpang  jauh dari rasa  aman dan nyaman. Bahkan sewaktu-waktu nyawa si penumpang pun bisa terancam. Dalam kondisi yang demikian juga sering terjadi copet, penodongan dan kekerasan lainnya di angkutan kota. Karena itu pula warga tidak berani lagi berpergian   dengan angkot di malam hari. Akibatnya, jalan raya di tengah kota cepat lengangnya.

Baca Juga : Protes PP No 57 Tahun 2021, Alirman Sori: Pancasila Seharusnya Masuk Kurikulum Wajib!

Warga pun mencari alternatif angkutan transportasi lain yang relative lebih nyaman dan aman layanannya. Contohnya, menggunakan  sepeda motor pribadi, jasa sepeda motor ojeg, taksi dan lainnya. Barangkali karena itu pula, warga yang menggunakan jasa taksi meningkat drastic. Padahal dulu seolah-olah pasar taksi di Padang, tidak menarik lagi bagi pebisnis moda transportasi taksi. Sehingga dulu armada taksi di tahun 2000-2012 sebagian besar usianya sudah tua dan kondisinya sudah sangat parah.

Namun seiring dengan dibukanya kesempatan kepada beberapa pihak untuk berbisnis di usaha taksi, langsung banyak pihak yang berminat di sektor ini. Begitu kran kebebasan berusaha di sektor ini dibuka, ternyata juga banyak warga yang merasa sangat terbantu oleh pelayanan armada taksi yang baru. Apalagi manajemen taksi yang baru tersebut sangat ketat dalam menjaga kualitas atau mutu layanan. Alhasil, hari ke hari, taksi baru itu pun banjir orderan, baik yang disampaikannya melalui telepon atau pun secara langsung dengan menyetop di pinggir jalan.

Baca Juga : Tak Cantumkan Pancasila dan Bahasa Indonesia Makul Wajib PT, Jokowi Didesak Batalkan PP 57/2021

Kondisi buruk pada moda transportasi darat atas angkutan kota  di Padang nyaris tidak tersentuh oleh Dinas Perhubungan dan juga Polresta Kota Padang. Sepertinya aksi bebas para supir dengan berbagai modifikasi angkotnya dibirkan begitu saja dari hari ke hari. Jalan raya bagi supir angkot ibarat lapangan tanpa aturan main atau negeri tak bertuan. Jangankan penumpang mendapatkan sabuk pengaman, duduk agak nyaman di angkot itu saja menjadi sebuah barang yang sangat langka dan mahal.

Ke depan kondisi-kondisi buruk seperti itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Bagaimana bisa Sumbar yang digadang-gadang sebagai daerah tujuan wisata, parawisatanya akan bisa maju, kita pelayanan angkutan kota di Kota Padang  kondisinya seperti itu. Faktor keselamatan  yang sangat rendah terkait dengan berbagai modifikasi  yang dilakukan supir atau para pemilik angkot juga mesti ditertibkan atau dibenahi.

Baca Juga : Peringatan HUT ke-69 Kopassus Digelar Secara Sederhana

Para supir angkutan kota di Padang juga perlu ditertibkan, karena sebagian besar dari mereka banyak yang tidak mengantongi surat izin mengemudi (SIM). Usia para supir juga banyak  yang masih di bawah umur. Akibatnya mereka sulit mengendalikan  emosi dan memberikan layanan yang baik bagi masyarakat.  **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]