Perang Yaman Ancam Pengiriman Minyak Dunia


Jumat, 27 Maret 2015 - 19:27:42 WIB
Perang Yaman Ancam Pengiriman Minyak Dunia

“Jatuhnya Yaman sebagai entitas politik dan munculnya kekuatan baru Houthi akan membuat Iran punya pengaruh besar di dua sisi Bab al-Man­deb, Teluk Aden, dan Laut Merah. Saat ini sudah banyak kapal-kapal perang Iran yang berlayar di perairan tersebut,” kata pengamat dari Altantic Council, J. Peter Pham.

Baca Juga : Hebat! Kerupuk Ikan Produk UMKM Yan Cik Tembus Pasar Singapura

“Jika Iran secara de facto berhasil menguasai akses se­jumlah pelabuhan di perairan itu dengan membantu Houthi, maka perimbangan kekuatan di sub-kawasan akan bergeser secara signifikan,” kata Pham yang juga merupakan kon­sultan untuk pemerintahan Amerika Serikat dan juga se­jumlah negara Afrika.

Selama ini Amerika Se­rikat dan negara-negara se­kutunya secara rutin meng­gelar latihan perang laut di Teluk Aden. Kepala pasukan Amerika Serikat di wilayah yang sama pada Kamis me­ngatakan bahwa mereka te­ngah bekerja sama dengan sekutu untuk memastikan bahwa Bab el-Mandeb tetap terbuka.

Baca Juga : Rahmathan Lil Alamin Boarding School Nikmati Layanan Premium PLN

Yaman mempunyai garis pantai sepanjang 1.900 km yang terbentang dari Teluk Aden sampai Laut Merah.

Pada tahun-tahun yang lalu, kelompok garis keras pernah mencoba menyerang kawasan strategis itu. Pada tahun 2000, sebuah bom bu­nuh diri dari anggota Al-Qae­da menewaskan 17 pelaut di kapal perang Amerika Serikat di Pelabuhan Aden. Dua tahun setelahnya, kelompok yang sama menyerang kapal Prancis di Teluk Aden.

Sementara itu negara-nega­ra tetangga Yaman juga mulai merasa terancam dan me­ngi­rim armada. Sejumlah sumber mengaku telah me­nyaksikan sejumlah kapal perang Mesir menyeberangi Terusan Kanal menuju ke Te­luk Aden.

Di sisi lain Iran—yang membantah telah membantu pendanaan dan pelatihan mi­liter kepada Houthi—me­minta agar semua “agresi” militer di Yaman segera di­hentikan.

Sejumlah sumber dari pe­rusahaan pengapalan dan asu­ransi mengatakan bahwa gang­guan di Bab al-Mandeb akan berdampak pada melonjaknya biaya. Yaman sendiri telah menutup operasi di pelabuhan utama pada Kamis akibat pertempuran.

“Jika sebuah kapal dise­rang atau rusak, maka pasar akan segera bereaksi,” kata seorang sumber dari peru­sahaan asuransi pengapalan.

Lebih dari itu, penutupan terhadap Bab al-Mandeb—yang secara harfiah berarti Gerbang Air Mata—akan meng­hentikan aktivitas di Te­rusan Suez dan pipa SUMED yang menyuplai minyak ke Eropa selatan.

“Jika konflik meluas dan menyebabkan penutupan selat Bab al-Mandeb, maka kapal pengangkut minyak dari ne­gara-negara Teluk tidak akan mampu mencapai Terusan Suez dan pipa SUMED. Me­reka terpaksa harus memutar melewati Afrika Selatan dan pengiriman akan memakan waktu tambahan setidaknya 40 hari,” kata analis pengapalan minyak Natasha Boyden dari MLV & Co.

Oleh perusahaan-peru­sa­haan pengapalan minyak, Ya­man sudah dinilai lebih ber­bahaya dibanding Suriah dan Irak. “Karena perkembangan situasi terakhir, Yaman berada dalam kategori di mana tidak ada orang yang mau membuka bisnis baru di sana. Kelompok swasta justru tengah meng­evakuasi pekerjanya,” kata Smita Malik dari perusahaan penyedia asuransi pengapalan Clements Worldwide.

“Analoginya adalah, Anda tidak bisa mengasuransikan rumah Anda jika sudah ter­bakar,” kata dia seperti dikuti Reuters.(h/ans)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]