Daerah Tertinggal, PR Calon Pemimpin Solsel


Jumat, 27 Maret 2015 - 19:38:23 WIB
Daerah Tertinggal, PR Calon Pemimpin Solsel

Sebagai incum­bent, Muzni dan Abdul Rahman, ten­­tu telah me­mi­liki modal besar un­tuk menghadapi pe­perangan di Pilkada Solsel mendatang. Selain sering tu­run ke la­pangan, ber­bagai program pem­ba­ngu­nan te­lah di­la­kukan se­panjang kepemimpinan me­re­ka sejak lima tahun terakhir. Baik infrastruktur, pendidikan, pertanian, kesehatan, ekonomi dan sebagainya. Se­de­retan prestasi, baik tingkat lokal mau­pun na­sio­nal, ju­ga telah ber­hasil mereka to­reh­kan dari pro­gram-program itu.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Muzni dan Rahman telah memastikan untuk maju kembali pada Pilkada kali ini, terlepas apa­kah mereka akan berpasangan kembali atau tidak. Mereka mengatakan, walau telah banyak berbuat selama memimpin, namun waktu lima tahun ti­dak cukup untuk me­­wujudkan cita-cita besar demi mewu­jud­kan Solsel menjadi ka­bupaten yang maju di Sumatera Barat.

Walau te­lah banyak yang mereka perbuat se­lama me­mim­pin, na­mun Biro Pemerintahan Pemprov Sum­bar menyebut jika hingga saat ini Solsel masih berstatus daerah ter­ting­gal. Setidaknya, hal ini akan menjadi tantangan, sekaligus tugas berat calon pemimpin Solsel ke depan. Ya, Solsel butuh figur pemim­pin yang bisa menghapus predi­ketnya sebagai daerah tertinggal.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Meski tiga nama tokoh besar itu digadang-gadang sebagai kandidat kuat calon Bupati Solsel periode 2015-2020, namun masyarakat tidak menafikan sejumlah tokoh lain yang juga ingin berkontribusi demi kema­juan daerah itu. Dari sejumlah nama yang sudah mengapung diantaranya, Datuak Rajo Endah, Nurfir­manwan­syah dan Adi Nasri.

Selanjutnya juga mengapung nama Mayor Boy Iswarmen, Kepala Seksi Pembinaan Satuan Pusat Teritorial TNI-AD Mabes TNI. Boy Iswarmen sendiri, tercatat sebagai satu-satunya bakal calon bupati Solsel, yang akan maju dari jalu perorangan.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

Solsel merupakan kabupaten yang terletak di bagian timur Provin­si Sumatera Barat. Sejak dimekarkan dari Kabupaten Solok pada 2004 lalu, daerah yang pusat pemerin­tahannya terletak di Padang Aro, sekitar 161 km dari pusat Kota Padang itu, hingga kini diakui masih dihadapkan pada sejumlah per­masa­lahan lingkungan yang kompleks.

Berbagai praktik penebangan liar di kawasan hutan dan penam­bangan emas ilegal di sepanjang aliran Batang Hari dan Batang Sangir, secara besar-besaran masih terus terjadi. Bahkan sejak 11 tahun sejak dimekarkan, dari segi infra­struktur Solok Selatan belum me­nunjukkan kemajuan berarti.

Baca Juga : Perang Inovasi dalam Era Disrupsi

Sejumlah tokoh masyarakat Sol­sel berharap, agar pemimpin daerah ke depan memiliki komit­men yang kuat untuk menghapus prediket Solsel sebagai daerah ter­ting­gal. Jika hal itu secara bertahap bisa diwu­judkan, secara otomatis berbagai aspek pembangunan lain­nya juga akan bergairah dengan sendirinya.

Selain itu, pemimpin Solsel ke depan juga harus memiliki inovasi dan mampu melahirkan berbagai terobosan dalam memberdayakan segenap potensi yang ada di daerah. Hal ini tak lain dalam rangka mewu­judkan akselerasi dan percepatan pembangunan, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu potensi terbesar Solsel adalah hutan. Namun penge­lelolaan sumberdaya hutan di Solsel, sejauh ini dinilai masih menyimpan banyak permasalahan dan belum memberikan keuntungan bagiu daerah dan masyarakat. Seperti kondisi hutan yang sebagiannya sudah kritis. Untuk itu, eksploitasi ke depan hutan harus dilakukan secara cermat dan hati-hati agar tidak menimbulkan kerugian bagi da­erah,” ujar Bustami Narda, tokoh masyarakat Solsel. (*)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]