Ratusan Ribu Orang Beri Penghormatan Pada Lee Kuan Yew


Ahad, 29 Maret 2015 - 19:16:16 WIB
Ratusan Ribu Orang Beri Penghormatan Pada Lee Kuan Yew

Jumlah orang yang datang berduyun-duyun pada Jumat malam memaksa pemerintah untuk membatalkan antrian panjang yang hendak masuk demi alasan keamanan tetapi dibuka kembali sebelum fajar pada Sabtu karena antrian sudah berkurang. Jasad Lee diba­ringkan di lobi utama parlemen sejak Rabu setelah ia wafat pada Senin pada usia 91 tahun.

Baca Juga : Stok Melimpah, Harga Cabai Merah di Pasar Raya Padang Turun Drastis

Ia akan dikremasi dalam suatu upacara yang khusus dihadiri keluarga dan orang-orang terdekat pada Ahad setelah pemakaman oleh nega­ra yang akan dihadiri para pemimpin Asia-Pasifik dan tokoh-tokoh dunia. Pada Sabtu, mantan Men­teri Luar Negeri Amerika Seri­kat dan teman lama Lee, Henry Kissinger, termasuk di antara para pengun­j­ung VIP yang datang untuk menyam­paikan penghor­matan tera­khir. Prabo­wo Subian­to juga mem­berikan penghormatan terakhirnya ber­sama dengan taipan Internet Tiongkok Jack Ma.

Pada Sabtu siang, waktu bagi masyarakat yang berniat melihat peti jenazah Lee telah dikurangi jadi empat jam dari sebelumnya 10 jam.

Baca Juga : Bos BCA Jamin akan Ganti Dana Nasabah Korban Pembobolan Hacker

“Ibuku bercerita tentang kisah-kisah bagaimana Tuan Lee pemimpin baik bagi Singa­pura. Ia telah banyak mem­bantu orang dengan memberi mereka negeri yang indah dan bersih,” kata Annabel Lee, seorang siswa berusia delapan tahun. Ia bersama ibunya antri untuk memberikan peng­hor­matan terakhir.

Negara kota itu berpen­duduk 5,5 juta orang tetapi hanya 3,34 juta di antaranya adalah warga negaranya. Sisa­nya merupakan pekerja tamu, ekspatriat dan keluarga mere­ka. Orang-orang menunggu dengan sabar dalam antrian mulai dari Padang, alun-alun yang digunakan untuk olah­raga, konser dan parade Hari Nasional.

Baca Juga : Tunggu Restu Pemegang Saham, Gojek dan Tokopedia Dikabarkan Segera Merger

“Ini hari terakhir dan saya mengatakan kepada istri saya bahwa saya harus datang mem­berikan penghormatan tera­khir, tak masalah apapun yang terjadi,” ujar S. Sangarapandy, 60 tahun, seorang sopir pega­wai pemerintah. Ia terisak-isak terkenang kembali dengan Lee yang terharu di televisi ketika mengumumkan pemisahan Singapura dari Malaysia pada 1965, demikian AFP.(h/ans)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]