Yaman Memanas, Ratusan Diplomat dan Staf PBB Dievakuasi


Ahad, 29 Maret 2015 - 19:19:28 WIB
Yaman Memanas, Ratusan Diplomat dan Staf PBB Dievakuasi

Sumber diplomatik Teluk mengatakan, operasi militer ini semula direncanakan akan berlangsung satu bulan. Na­mun operasi ini bisa saja diper­panjang hingga lima atau bu­lan.  Sebelumnya, pemer­in­tah Saudi telah menegaskan, ope­rasi militer anti-Houthi ini akan terus dilakukan hingga pemerintahan sah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi kembali berfungsi di Yaman.

Baca Juga : Stok Berkurang, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional Agam Naik

Dalam operasi militer ini, Saudi mengerahkan 100 pesa­wat tempur dan 150 ribu ten­tara. Selain itu, pesawat-pesa­wat dari Mesir, Maroko, Yor­dania, Sudan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar dan Bah­rain juga ikut serta dalam operasi besar-besaran ini.

Mesir, Pakistan, Yordania dan Sudan saat ini juga siap untuk berpartisipasi dalam operasi pertempuran di darat, jika nantinya diperlukan. “Kam­­panye ini tujuannya untuk men­cegah para pem­berontak Hout­hi menggu­na­kan bandara-ban­dara dan pesa­wat untuk menye­rang Aden dan bagian-bagian Yaman lain­nya serta mencegah mereka mengguna­kan roket-roket,” tutur Menteri Luar Negeri Yaman Riyadh Yaseen.

Baca Juga : Raih Keberkahan, BNI Cabang Sungai Penuh Berbagi Sembako dengan Anak Yatim

Sebelumnya dalam state­men bersama, lima negara Teluk Arab: Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain dan Qatar telah memutuskan un­tuk bertindak melindungi Yaman dari apa yang mereka sebut sebagai agresi milisi Houthi yang didukung Iran.

Kota Aden di Yaman sela­tan kini menjadi basis Presi­den Abd-Rabbu Mansour Ha­di setelah meninggalkan ibu­kota Sanaa, yang sejak Feb­ruari lalu dikuasai pembe­rontak Houthi.(h/dtc)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]