MK: Candu Batu Jangan Sampai Gores Iman


Ahad, 29 Maret 2015 - 19:28:46 WIB
MK: Candu Batu Jangan Sampai Gores Iman

“Kunci rancaknya batu akiak tak terlepas dari kepiawaian seni­man asah batu akiak. Di tangan seniman pengasah batu akiak, sebuah batu menjadi permata yang bernilai tinggi. Pengasah batu akiak yang melegenda di Sumatera Barat adalah pengasah batu di janjang 40 di kota ini. Di Pasar Atas kota ini, selain sebagai pasar souvenir dan kuliner, juga dikenal sebagai pasar tempat pedagang menjual batu akiak. Bukittinggi sejak dulu sudah menjadi buah bibir penggemar batu akiak, ka­rena di kota ini banyak dijual batu berbagai jenis dari berbagai da­erah. Itu jauh sebelum me­ru­yaknya demam batu akiak,” ujar Wagub yang merasa sangat yakin bila kota ini dijadikan sebagai pusat perbelan­jaan batu akiak akan dapat men­dong­krak ku­n­jungan wisatawan.

Baca Juga : Wagub Sumbar: Perencanaan Food Estate Masih Banyak Masalah, Butuh Pengawasan!

Wagub MK berpesan, pan­danglah batu akiak dengan ke­indahan, jangan memandang batu akiak dalam pandangan mistik. “Jangan pernah sekali waktu mem­­­persangkakan batu akiak sebagai sebuah benda yang me­miliki kekuatan ghaib. Itu tidak benar. Yang memiliki kekuatan itu adalah Allah SWT; bukan batu akik. Jangan sampai, candu pada batu akiak merusak atau meng­gores iman. Jangan sampai pula, ulah sibuk memburu atau me­ngasah batu akiak, lupa pada kerja pokok. Sekali lagi, batu akiak tetap sebuah permata, bukan sebuah kekuatan. Kita merasa bahagia, karena booming batu akiak mem­beri efek yang luar biasa pada pengembangan ekonomi rakyat kreatif,” tukas Wagub MK.

Pada kesempatan tersebut, wako Ismet Amzis langsung me­respon gagasan MK untuk men­jadikan Kota Bukittinggi sebagai “etalase” batu akiak Sumatera Barat. “Salah satu lantai di gedung Banto Trade Center (BTC) ini akan kita khususkan sebagai tem­pat untuk menjual batu akiak. Kita berinama Batu Akiak Shop Center Sumatera Barat. Kita undang dan kita fasilitasi para pedagang batu untuk membuka konter atau toko batu akiak di pusat per­dagangan BTC ini,” respon Ismet Amzis, walikota yang dikenal sebagai wako pro-pembangunan karak­ter, tradisi dan wisata.

Baca Juga : Sinergitas Antar Rumah Sakit Bisa Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Sumbar

Ismet juga memaparkan be­berapa “filsafat” batu akiak. “Penggemar batu akiak adalah orang yang saling menghargai dan jauh dari sikap pembunuhan ka­rakter. Adat pebatu jauh dari lempar batu sembunyi tangan. Orang pebatu paling acap mem­peragakan tangan atau jemarinya yang berbatu. Orang pebatu saling puji memuji batu kawan. Adat orang pebatu itu rendah hati, meli­hatnya selalu ke bawah. Sedang berjalan di tumpukan tanah ber­batu, melihatnya ke bawah ju­ga....”, seloroh Ismet (h/rel)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]