Pemimpin Pessel Harus Lolos Seleksi Alam


Ahad, 29 Maret 2015 - 19:33:17 WIB
Pemimpin Pessel Harus Lolos Seleksi Alam

Bersama H Nasrul Abit ia telah menjalani proses untuk selan­jutnya pantas pula menjadi penung­gang BA 1 G periode 2015-2020. Menjelang berakhir masa jabatan periode 2010-2015 ia mendam­pingi Bupati H. Nasrul Abit dinilai banyak elemen telah berhasil menjalankan lima agenda pemba­ngunan yang tertuang dalam Ren­ca­na Pembangunan Jangka Mene­ngah Daerah (RPJMD) Pessel 2010-2015. Ini adalah pelajaran paling berharga yang dimilikinya untuk menjadi orang nomor satu di Ranah Pasisie.

Ketua LSM Swara Pesisir Rizal Mala menyebutkan, RPJMD ditetapkan men­jadi Peraturan Dae­rah pada tahun 2010 lalu. RPJMD tersebut pe­do­man bagi Nasrul Abit-Editiawarman RPJMD dalam membangunan da­e­rah. Selama empat tahun lebih  semenjak ditetap­kan jadi Perda me­mang ada capaian positif pem­bangunan. Tentu disana-sini perlu perbaikan.

Baca Juga : Iedul Fithri: Geliat Ekonomi, Momentum Keluar Resesi

Selanjutnya tokoh pers Pesisir Selatan Yoni Syaf­rizal menyebutkan, visi yang ter­tuang di RPJMD 2010-2015 adalah terwujudnya masyarakat Pessel yang sejahtera. Sementara itu misinya adalah melanjutkan dan mengem­bangkan perekonomian lokal dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan mengoptimalkan pengem­bangan kawasan ekonomi terpadu.

“Alhasil, pertumbuhan ekonomi Pessel rata rata diatas 5,2 persen setahun, produksi beras meningkat begitupula sektor perikanan, peter­nakan dan perkebunan,” katanya.

Baca Juga : Pembangunan dan Keadilan bagi Padagang Kaki Lima

Kemudian ia melihat, misi selan­jutnya melanjutkan pembangan Sumber Daya Manusia (SDM) ber­kua­litas yang siap menghadapi tantangan dunia global serta­mere­vitalisasi prinsip kepemerintahan yang baik dengan meningkatkan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Visi dan misi itu telah dija­barkan melalui agenda pem­bangu­nan dan berdasarkan RPJMD sela­ma lima tahun ada lima agenda pem­bangunan secara rinci item pem­bangunan dituangkan dalam Ren­cana Kerja Pembangunan (RKP) pertahun. Agenda pembangunan per­tama adalah melanjutkan pem­bangunan infrastruktur sesuai de­ngan prioritas misalnya pemba­ngunan jaringan energi dengan mem­bangun jaringan listrik, PLTMH, PLTS di sejumlah keca­matan,” katanya.

Sementara itu terkait infra­struktur Hasan Basri (59) guru mengaji di Lengayang mengatakan, seluruh wilayah di Pesisir Selatan telah terstruktur ke dalam pola pembangunan wilayah yakni kawa­san agropolitan terdiri dari Lenga­yang, Sutera, Ranah Pesisir dan Linggosaribaganti. KTM di Silaut dengan Pancuang Soal sebagai hin­ter­landnya. Juga ada kawasan Mina­politan terdiri dari Koto XI Tarusan, Bayang dan Bayang Utara.

“Lalu agenda kedua adalah pem­bangunan bidang pendidikan. Mulai dari peningkatan anggran pen­didi­kan di APBD, peningkatan kapasitas pendidik. Pessel terakhir sudah mulai menuai hasil dari pendidikan yakni empat tahun terakhir anak Pessel sudah banyak yang mampu menembus perguruan tinggi negeri. Hasil APK SD 109, SMP 94 dan SLTA sekitar 70,” katanya.

Zumelia (34) salah seorang ibu rumah tangga lulusan Akademi Kesehatan di Bayang Utara menye­butkan, bidang kesehatan Pessel terus berupaya memenuhi tenaga kese­hatan yang bersentuhan lang­sung dengan masyarakat sehing­ga jumlah tenaga medis lebih 400 orang. Bangunan puskesmas 18 unit, Puskesmas Ke­liling 20, Pustu 86, Poyandu 637, Poskesri 172 dan satu rumah sakit. Terakhir, Pessel akan melakukan relokasi menggunakan pinjaman PIP terhadap RSUD M Zein Painan yang saat ini kurang bagus.

Agenda pembangunan keaga­maan sosial dan budaya begitu pula. Pessel sebelumnya telah melahirkan Perda pandai Tulis Baca Alquran bagi calon siswa dan pengantin. Rupanya, dengan adanya regulasi seperti itu, kehidupan beragama di daerah itu semakin baik hal itu ditandai dengan aktifnya TPA/TPSA, Majelis ta,lim dan pengajian pengajian agama.

“Lalu yang kelima adalah melan­jutkan revitalisasi pemerintahan daerah. Peningkatan kinerja apara­tur dilakukan dengan berbagai jenjang diklat mulai dari Pim IV, Pim III serta Lemhanas. Pening­katan kinerja juga melalui pengi­riman tugas belajar mulai dari jenjang S1, S2, Spesialis, D4 dan D3. Selanjutnya untuk meningkatkan kinerja diberikan reward dan juga punishman,” ungkapnya.

Naimul Qisman (24) warga Kambang yang saat ini menuntut ilmu di Universitas Andalas menam­bahkan, agenda revitalisasi peme­rintahan juga dilakukan dengan melalui upaya perubahan SOTK, penyederhanaan sistem peme­rinta­han terendah dengan pemekaran, penyerahaan beberapa wewenang bupati kepada camat, pemberian tunjangan daerah dan lain lain. (**)

 

Laporan:
HARIDMAN KAMBANG

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]