Puluhan Pemilah Sampah Hentikan Kegiatan


Senin, 30 Maret 2015 - 19:21:56 WIB
Puluhan Pemilah Sampah Hentikan Kegiatan

Menurut dia, untuk me­ngantisipasi kendala gaji ka­ryawan pemilah sampah di lo­kasi TPA Regional, sebetulnya sudah ada rapat antara Dinas ter­kait Pimprof Sumatera Ba­rat, dengan Pemko Paya­kum­buh, belum lama ini, diha­diri Sekdako Benny Warlis, Kadis Tata Ruang dan Pertamanan Payakumbuh, Linda Kamal. Na­mun sampai sekarang be­lum ada kejelasannya pihak mana yang akan membayar gaji pemilah sampah, sehingga mereka sudah berhenti be­kerja, jelasnya

Baca Juga : Sumarak Alek Nagari, Koarsa Laksanakan Sunatan Massal di Sungai Batang

Diakuinya, truk pe­ngang­kut sampah dari empat ka­bupaten/kota yang bolak balik mengang­kut dan membongkar sampah dari pagi hingga siang sekitar 200 ton per harinya, langsung mem­buangnya ke TPA tanpa dipilah. Dampak yang akan ditimbulkan, TPA akan cepat dipenuhi timbunan sampah.

Pantauan Haluan yang tu­run ke lokasi, Senin (30/3) kemarin, melihat pembuangan sampah dari truk sampah lang­sung dibongkar ke TPA di­bantu alat berat, tanpa dipilah terlebih dahulu. Sampah ba­sah maupun sampah kering, se­luruhnya dibuang masuk ke areal pembuangan sampah yang sudah tersedia.

Baca Juga : BMKG Maritim Teluk Bayur: Waspadai Angin Kencang dan Gelombang Hingga 4 Meter

Sedangkan mesin pengolah sampah yang sudah ada untuk memproduksi pupuk organik hanya kelihatan me­nganggur, tidak ada opera­tornya di lapangan. Begitu juga dengan timbangan sampah tak lagi difungsikan menurut se­mes­tinya. Padahal seluruh pe­ralatan itu, telah diaktifkan be­berapa bulan untuk mem­produksi pupuk organik.

Menyedihkan memang, TPA sam­pah yang dibangun se­masa pemerintahan Josrizal Zain, semula dimaksudkan un­tuk mengurangi angka ke­mi­s­kinan, dengan melibatkan ma­syarakat untuk memilah sam­pah. Dengan pekerjaan itu, mereka diharapkan mampu me­nambah pendapatannya, se­kaligus mengurangi angka pengangguran.

Sementara itu, Josrizal Zain yang dihubungi di Balai Wartawan Luak Limopuluah, Senin kemarin mengakui, TPA tersebut diharapkan mampu memberi pendapatan kepada masyarakat, utamanya bagi mereka yang bekerja sebagai pemilah sampah. “Bila hal itu tidak terlaksana maka ada kecendrungan telah menyalahi ketentuan semula,”ujarnya.

Pemerhati lingkungan hi­dup Kota Payakumbuh, Edlen Syarkawi, ketika diminta pe­n­dapatnya Senin kemarin, me­nyatakan, Pemko Paya­kum­buh, perlu mempunyai ko­mitmen untuk mem­per­juang­kan nasib puluhan pe­milah sampah, supaya mereka tetap bekerja memilah sampah serta memproduksi pupuk organik, sehingga mereka memperoleh penghasilan.

“Jika TPA Regional Pa­yakumbuh beroperasi dengan manajemen kelembagaannya yang profesional, Paya­kum­buh akan mendapatkan sumber PAD yang men­janjikan, se­bagian warga juga akan me­nerima dampak positif dari TPA tersebut. Dengan ke­majuan tekhnologi, semua sampah yang mengalir ke TPA, diolah menjadi gas metan dan pupuk organik. Beg­itu juga terhadap sampah an o­r­ganik, yang dapat didaur u­lang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekdako Payakumbuh, Benny Warlis, yang hendak dikonfirmasi sekaitan dengan pembayaran gaji pemilah sampah yang belum tersedia dalam APBD, di balai Kota Payakumbuh, ternyata yang bersangkutan tidak berada di tempat. Se­dangkan Kabag Humas Pemko Jon Kenedi menjanjikan, Se­lasa bertemu dengan Sekda. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]