Kementerian Pertanian Alokasikan Dana Rp 1,7 M untuk Padang


Senin, 30 Maret 2015 - 19:31:56 WIB
Kementerian Pertanian Alokasikan Dana Rp 1,7 M untuk Padang

“Dana yang diberikan ke­pada keltan tergantung luas lahan. Rata-rata luas lahan keltan berkisar antara 20 hing­ga 30 ha,” ujar Yoice di Padang, Senin (30/3).

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

Ia menjelaskan, re­ha­bi­litasi jaringan irigasi be­r­tujuan untuk melancarkan air yang masuk ke sawah, agar produksi padi meningkat. “Selama ini, irigasi tersier batasnya pema­tang sawah. Jika pematang itu runtuh, irigasi tertutup air. Oleh karena itu, perlu dire­habilitasi,” tuturnya.

Sedangkan optimasi lahan, kata Yoice, adalah untuk me­maksimalkan potensi pro­duk­si padi pada sebuah lahan. “Bentuk bantuan yang dibe­rikan pada optimasi lahan adalah upah mengolah lahan dan bantuan pupuk,” terangnya.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

Dana untuk keltan itu, kata Yoice, dikelola langsung oleh keltan setelah ditransfer ke rekening keltan. Pencairannya dana untuk rehabilitasi irigasi sebanyak tiga kali tahapan. Pencairan tahap pertama di­cairkan 40 persen, pencairan kedua 40 persen dan pencairan ketigas 20 persen. Sedangkan pencairan dana untuk opti­masi lahan sebanyak dua tahap, yakni 60 persen tahap pertama dan 40 persen tahap kedua.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah mengumpulkan data semua keltan penerima dana tersebut. Keltan yang dananya sudah masuk ke rekening ada­lah keltan program optimasi lahan, yakni 9 keltan dengan lahan seluas 201 ha. Se­dang­kan dana untuk keltan reha­bilitasi irigasi belum masuk ke rekening karena sedang proses administrasi. “Ber­kemung­kinan minggu depan atau dua minggu lagi dananya cair,” sebut Yoice.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

Untuk memastikan dana tersebut digunakan oleh oleh keltan sesuai tujuan pe­me­rintah, pihaknya me­ngawasi peman­faatan dana tersebut. Pengawasan dilakukan oleh Ba­binsa, PPL di tingkat kelu­rahan, UPTD Dinas Pertanian di tingkat kecamatan dan oleh tim dari Dinas Pe­r­tanian Kota Padang.

Saat ditanya apakah Kota Padang mendapatkan dana program gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu tahun ini, Yoice menjawab, pada APBN awal, Kota Padang belum mendapatkan dana pro­gram tersebut. Menurut infor­masi yang ia dapatkan dari Dinas Pertanian Pemprov Sum­bar, Kota Padang diren­canakan mendapatkan dana itu pada APBN Perubahan.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

Ia menambahkan, target produksi padi Kota Padang untuk tahun ini kurang lebih 100 ribu ton. Tahun 2014, produksi padi Kota Padang mencapai 90 ribu ton. Jumlah ini meningkat bila diban­ding­kan produksi padi tahun 2013, yakni sekitar 86 ribu ton.

Saat ditanya apakah pro­duksi padi tersebut mencukupi kebutuhan padi masyarakat di Kota Padang, Yoice me­nga­takan, baru 60 persen kebu­tuhan itu terpenuhi. 40 persen lagi, Kota Padang men­da­tangkan padi dari kabu­paten/kota lain di Sumbar. (h/dib)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]