Sumbar ‘KLB’ Kasus Bunuh Diri


Senin, 30 Maret 2015 - 19:38:03 WIB
Sumbar ‘KLB’ Kasus Bunuh Diri

Namun, ketika angka bunuh diri meruyak di Sumbar, bahkan besarannya lebih banyak ketimbang korban DBD dan Difteri,  hanya kata-kata prihatin yang meluncur di bibir para stake holder.

Baca Juga : MA Batalkan SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah, KPI Kecewa

Bahkan terkadang perasaan prihatin itu cuma sekedar terkubur dalam benak dan hatinya. Action dari para stake holder nyaris nihil. Padahal keberadaan, sikap dan action mereka sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

Jumlah peristiwa bunuh diri di Sumbar barangkali sudah dapat digolongkan sebagai KLB. Yang terdata oleh Haluan, sepanjang tahun 2015, sudah terjadi 9 kasus bunuh diri di Ranah Minangkabau. Lima kasus bunuh diri terjadi di Kabupaten Tanah Datar, 2 kasus di Kota Padang, 1 kasus di Pasaman dan 1 kasus berikutnya di Kabupaten Agam.

Baca Juga : Berapa Jumlah THR untuk Anak? Simak Panduan dari Psikolog Karina Istifarisny

Yang sangat mencolok peristiwa bunuh diri di Tanah Datar, yakni 5 peristiwa dalam waktu 3 bulan. Catatan kejadian bunuh diri yang terbanyak di tahun 2014 juga di kabupaten yang dipimpin oleh Shadiq Pasadigoe, yakni 16 kasus bunuh diri.

Meskipun angka bunuh diri di Sumbar dapat digolongkan sebagai KLB, namun para stake holder nyaris menganggap santai masalah ini. Belum ada tindakan konkrit yang dilakukan pemerintah, baik tingkat  kota/kabupaten, provinsi maupun lembaga kampus  seperti Unand, UNP, IAIN dan lain sebagainya. Kondisi ini jelas membuat kita sangat prihatin dan cemas.

Peristiwa bunuh diri yang terakhir terjadi di Ampu Jorong Parik Panjang, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Pelaku bunuh diri adalah Edi Tiawarman (57), pensiunan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak, Pekanbaru. Dia ditemukan tewas tergantung, Senin (30/3) sekitar pukul 06.00 WIB di rumahnya.

Edi ditemukan pertama kali oleh adiknya, Supik, (45) tergantung dengan seutas tali nilon. Melihat kejadian tersebut Supik langsung shok dan menyampaikan hal itu kepada pihak keluarga lain, dan masyarakat.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian peristiwa tersebut murni perbuatan gantung diri, karena tidak ada tanda-tanda lain pada tubuh korban. Sehari sebelumnya mahasiswa Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas yang ditemukan tewas gantung diri di kamar tempat tinggalnya.

Menanggapi maraknya aksi bunuh diri di Sumbar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memandang, pelarian seseorang yang ingin mengakiri hidupnya sendiri apakah itu dengan gantung diri atau cara lainnya karena lemahnya akidah dalam diri si pelaku. Ketika akidah di dalam diri kuat, seseorang tidak akan memilih jalan menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang sangat dilarang agama seperti bunuh diri.

Agar hal ini tidak lagi terulang di kemudian hari, Irwan berharap peran aktif dan peran serta tokoh-tokoh masyarakat, pemuka agama, pemuka adat, ninik mamak, dan masyarakat sekitar untuk saling mengingatkan mengenai akidah ini. Tingkatkan kembali akidah di masyarakat, ketika ini sudah tumbuh di masyarakat kita harapkan tidak akan ada lagi pelarian masalah dengan namanya bunuh diri.

Rektor Unand Werry Darta Taifur mengatakan, segenap civitas akademika Unand berduka dan menyayangkan kepergian mahasiswa penerima bidikmisi tersebut. Padahal, diharapkan mahasiswa bisa berfikir lebih jernih saat menghadapi persoalan apapun juga.

Menurut Werry mahasiswa telah dibekali dengan Emotional Spiritual Quotient (ESQ), pembentukan mental dan kebiasaan untuk terbuka satu sama lain dalam menghadapi permasalahan.

Kita sudah memberi pembekalan maksimal, tentu kejadian ini mengagetkan banyak pihak. Terlepas dari hal apapun yang menyebabkan salah seorang mahasiswanya bunuh diri, Werry berharap agar mahasiswa yang lain bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Karena setiap permasalahan selalu ada solusi pemecahannya. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]