Jalan Guru Menuju Istana


Senin, 30 Maret 2015 - 19:39:01 WIB
Jalan Guru Menuju Istana

Dahulu, lomba pemilihan guru berprestasi ini bernama lomba pemilihan guru teladan. Lomba ini sudah diseleng­garakan sejak tahun 1987 atas prakarsa almarhumah Ibu Tien­ Soeharto. Namun, sejak tahun 1999 lomba ini berubah nama menjadi lomba pemi­lihan guru berprestasi.

Baca Juga : Banyak Peninggalan Habibie yang Hilang, Mulyanto: Stop Dehabibienisasi

Lomba pemilihan guru berprestasi diselenggarakan secara berjenjang dari tingkat sekolah hingga ke tingkat nasional. Pemenang lomba di tingkat sekolah akan dikirim ke tingkat kabupaten/kota dan pemenang di tingkat kabu­paten/kota akan mewakili daerahnya ke tingkat provinsi. Juara I di tingkat provinsi akan dikirim ke tingkat nasional.

Biasanya, lomba pemili­han guru berprestasi tingkat nasional diadakan di Jakarta beberapa hari sebelum pe­ringa­tan HUT kemerdekaan Republik Indo­nesia. Selain mengikuti lomba, mereka se­mua juga diundang untuk me­ng­hadiri upacara peri­nga­­tan detik-detik prok­lamasi kemer­dekaan Republik Indonesia di istana negara serta juga di­undang menghadiri pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia di gedung DPR. Lebih istimewa lagi, mereka juga diundang untuk bersi­laturrahim dengan Presiden dan ibu negara.

Baca Juga : Airlangga Hartarto: Tingkatkan Ekspor Florikultura, Penuhi Ceruk Pasar Dunia

Di samping itu, guru-guru berprestasi tingkat nasional juga mendapat kesempatan untuk bersilaturrahim dengan menteri pendidikan dan kebu­dayaan serta beberapa pejabat negara lainnya. Tidak kalah menariknya pula, para peserta juga bisa bertemu-ramah de­ngan istri-istri para menteri yang pada masa pemerintahan SBY tergabung dalam orga­nisasi SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu).

Selain mendapatkan berba­gai kesempatan langka yang sangat berharga seperti penulis sebutkan di atas, guru-guru berprestasi tingkat nasio­nal juga dibawa ke berba­gai tempat rekreasi yang sangat menarik yang bagi sebagian guru mung­kin itu kali pertama untuk ke sana. Dan yang tidak kalah pentingnya pula, mereka juga menda­patkan bermacam reward dalam bentuk uang dan barang yang akan dibawa p­u­lang. Tidak saja dari peme­rintah, tapi juga dari berbagai sponsor.

Meskipun pemilihan guru berprestasi merupakan sebuah kegiatan lomba, namun pada hakikatnya kegiatan ini adalah salah satu bentuk apresiasi pemerintah terhadap guru-guru berprestasi dan berde­dikasi. Karena itu, kegiatan ini tidak terlalu menonjolkan kompetisi yang terlalu sengit di antara para peserta. Bahkan kegiatan ini merupakan  ajang untuk bersilaturrahmi dan saling berbagi antar sesama guru dari berbagai daerah.

Sebagai sebuah kegiatan apresiasi, maka kegiatan yang berlangsung selama seminggu tersebut juga telah dikemas sedemikian rupa yang mem­buat semua peserta merasa dihargai dan diperhatikan oleh pemerintah. Semua peserta mengikuti semua acara yang sama serta memperoleh reward yang semuanya juga hampir serupa. Pemerintah meman­dang bahwa guru-guru ber­prestasi yang diundang ke Jakarta se­mua­nya adalah para juara. Meskipun secara ad­minis­tratif tetap harus ada juara 1, 2 dan 3.

Karena itu pula, semua peserta mendapatkan reward dari pemerintah berupa uang dan satu buah laptop. Di sam­ping itu, tambahan hadiah juga diberikan oleh Bank Mandiri, BRI, dan BNI yang juga dibe­rikan kepada seluruh peserta.  Bahkan salah satu agenda yang terus ada setiap tahunnya da­lam rangkaian kegiatan pemi­lihan guru berprestasi ialah adanya malam anugerah Bank Mandiri kepada guru (pen­didik dan tenaga kependi­dikan) berprestasi dan berde­dikasi. Tidak saja memberikan uang tabungan, tapi Bank Man­diri juga memberikan souvenir dan door prize berupa laptop. Bagi guru-guru yang berun­tung, mereka akan mem­bawa dua buah laptop sepulang acara pemilihan guru berprestasi.

Dengan adanya iklim pemi­lihan guru berprestasi yang sangat harmonis, maka ajang inipun berhasil menciptakan kebersamaan dan persau­da­raan yang erat di antara sesama guru berprestasi dari berbagai dae­rah. Tidak saja semasa mengikuti lomba, tapi setelah kembali ke daerah masing-masing pun persaudaraan tetap terbina. Apalagi, guru-guru berprestasi juga terus dili­batkan dalam berbagai kegia­tan oleh Kem­dikbud, sehingga mereka juga bisa bersua kem­bali secara bersama-sama sam­bil reuni.

Tahun-tahun sebelumnya, apresiasi pemerintah terhadap guru-guru berprestasi juga diberikan dalam bentuk studi banding ke negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Chi­na, Australia dan lain sebagai­nya. Mereka yang dikirim tidak hanya juara 1, 2, 3, tapi juga peserta lain atas dasar pemera­taan. Dari studi banding ini guru-guru berprestasi mempe­roleh banyak pengalaman ber­harga. Karena itu, kita ber­harap pula pemerintahan Joko­wi tetap memprogramkan hal yang sama.

Selain pemerintah pusat, pemerintah daerah, meskipun dengan kondisi yang berbeda-beda, juga telah turut mem­berikan apresiasi yang besar terhadap guru-guru berprestasi setiap tahunnya. Apresiasi itu diberikan dalam bentuk ha­diah serta ada juga yang ditam­bah dalam bentuk studi ban­ding ke daerah lain. Peme­rintah Pro­vinsi Sumatera Barat misalnya, tahun lalu di sam­ping mem­berikan hadiah sebe­sar sepuluh juta untuk juara pertama juga mem­berikan hadiah berupa studi banding ke beberapa sekolah di Denpasar, Bali.

Apresiasi pemerintah ka­bu­paten/kota terhadap guru berprestasi juga cukup besar. Bahkan ada yang lebih besar dari pemerintah provinsi. Seba­gai contoh, salah satu kabu­paten di Sumatera Barat tahun lalu malah memberikan hadiah umrah kepada juara 1 guru berprestasi di tingkat kabu­paten tersebut. Bisa diba­yang­kan, bila juara 1 ting­kat kabu­paten saja sang Bupati mem­beri hadiah umrah, apalagi bila guru dari daerahnya mampu menjadi juara 1 di tingkat nasional.

Apresiasi pemerintah dae­rah terhadap guru berprestasi tidak saja diberikan dalam bentuk hadiah, tapi juga dalam bentuk lain, misalnya dengan melepas mereka secara lang­sung oleh kepala daerah, me­nyambut mereka pulang kalau juara, menjadikan mereka salah satu juri untuk tahun beri­kutnya dan lain sebagainya. Bahkan, ada juga guru ber­prestasi yang langsung diang­kat kepala daerah men­jadi kepala sekolah. Hal ini tentu sejalan dengan amanat Un­dang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 36 ayat (1) yang menya­takan bahwa guru ber­pres­tasi berhak memperoleh penghar­gaan. Karena itu, guru-guru juga patut berterima kasih atas semua upaya pemerintah da­lam mengapresiasi serta me­muliakan guru.

Guru, Bersiaplah Menuju Istana!

Tahun ini, tahapan pemi­lihan guru berprestasi sudah dimulai. Hal ini ditandai de­ngan telah diterbitkannya informasi jadwal dan jenis kegiatan pemilihan PTK ber­prestasi tahun 2015 melalui surat Sekjen Kemdikbud no­mor 13242/A.C5/LL/2015 tanggal 5 Maret 2015. Di kota Padang sendiri, dinas pendi­dikan juga sudah mengirim surat ke sekolah-sekolah untuk mendaftarkan nama-nama gu­ru yang akan mengikuti lomba tersebut paling lambat 25 Maret 2015.

Seperti tahun-tahun sebe­lumnya, di kota Padang dan di beberapa  daerah lain­nya, pemilihan guru/PTK ber­pres­tasi tingkat kabupaten/kota dilaksanakan pada bulan April dan hadiahnya diserah­kan bertepatan dengan upacara hari pendidikan nasio­nal tanggal 2 Mei. Berdasarkan surat Kem­dikbud di atas, untuk tingkat provinsi kegiatan ini akan dilaksanakan antara tang­gal 1-30 Juni 2015 dan tingkat nasio­nal akan dilaksanakan tanggal 12-19 Agustus 2015. Karena itu, bagi calon guru berprestasi, jalan menuju istana sudah berada di depan mata.

Sebagaimana impian ba­nyak orang untuk memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan dalam hidupnya, maka me­n­jadi guru berprestasi tingkat nasional merupakan salah satu pencapaian yang bisa dibang­gakan guru dalam sejarah hidupnya. Karena itu, mari membuat sejarah yang bisa dikenang, dibanggakan serta diteladani oleh generasi pene­rus kita. Selamat merintis jalan menuju istana negara. Wallahu a’alam bish shawab.

 

JUNAIDI
(Guru SMPN 35 Padang/Guru SMP Berprestasi TK. Nasional 2014)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]