Organda: Tarif Angkutan Tidak Naik


Senin, 30 Maret 2015 - 19:46:42 WIB
Organda: Tarif Angkutan Tidak Naik

“Malihat kondisi saat ini saya rasa tidak perlu adanya pembicaraan tentang kenaikan tarif. Mengingat pengusaha angkutan masih bisa melakukan penyesuaian tarif  seiring kenaikan BBM batas tarif yang ada,” ujarnya.

Baca Juga : Perkembangan Kasus Covid-19 di Kota Padang, Kadinkes: Mendekati Zona Kuning

Terkait dengan angkutan barang kata Budi, juga sudah bisa menye­suaikan dengan kenaikan BBM.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Perhu­bungan Ko­mu­nikasi dan Informasi (Dishub­kominfo) Sum­bar, Amran. Ia me­nga­takan dengan kenaikan harga BBM dari sebelumnya Rp6.800 menjadi Rp7.300 untuk jenis pre­mium dan Rp6.400 menjadi Rp6.900 belum akan ber­­pengaruh kepada kenaikan tarif angkutan.

Baca Juga : Sidak ASN Pemko Padang, Arfian: Tingkat Kehadiran Mencapai 99 Persen 

“Dengan kenaikan hanya Rp500, saya rasa tidak perlu ada kenaikan tarif mengingat pengusaha masih bisa bermain di batas tarif atas dan tarif bawah. Hanya saja sejauh ini belum ada informasi pertemuan tekait dengan pembicaraan tarif ini,” paparnya.

Meski Organda menyatakan tidak ada kenaikan tarif angkutan pasca kenaikan harga BBM, namun kenyataannya para sopir di Kota Padang tidak mempedulikannya.

Bus kota yang biasanya Rp3.000, sekarang dipungut Rp4.000. Namun sebagian besar penumpang protes dan tidak mau membayar karena belum ada keputusan Organda me­naikkan tarif angkutan.

Penumpang merasa kesal de­ngan sikap sejumlah sopir bus kota dan angkot yang menaikkan tarif Rp1.000, padahal kenaikan pre­miun hanya Rp500 per liter.

Hal yang sama juga terjadi saat Haluan menaiki angkot jurusan Pasar Raya Lapai, pasca kenaikan BBM dibarengi dengan kembali dipasangnya selebaran di dinding pintu angkot yang menuliskan tarif untuk anak sekolah Rp3.000 dan untuk umum Rp4.000 per orangnya dan di bawah tulisan tersebut dibu­buhi tanda tangan dan stempel persatuan angkot tersebut.

Saat ditanyakan alasannya me­naik­kan tarif angkot, seorang sopir angkot menyatakan karena kenaikan harga BBM. Kenaikan ongkos terse­but juga atas kesepakatan bersama dengan para sopir dan pemilik angkot tanpa adanya persetujuan dari Organda atau Dishub.

Padahal sopir angkot tidak diper­bolehkan menaikkan tarif angkot karena kenaikan BBM masih di bawah Rp1.000. (h/isr/mg-rin)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]