Harga Eceran Premium Rp15.000


Senin, 30 Maret 2015 - 19:47:12 WIB
Harga Eceran Premium Rp15.000

Ia juga menyebutkan, dari informasi yang ia dapat, harga di tingkat agen resmi di Tuapeijat tetap mengacu kepada aturan pemerintah. Namun, di tingkat pengecer harga melonjak lebih tinggi. Imbasnya, Jon mengaku harga-harga kebutuhan di Tuapeijat ikut terdongkrak naik.

Baca Juga : Meski Ditutup, Pantai Padang Tetap Dikunjungi Wisatawan

Sementara, Pantauan Haluan Senin (30/3) di Pancuang Taba Kecamatan Bayang Utara dan Lang­gai Kecamatan Sutera satu liter premium dipatok pedagang kete­ngan Rp12.000. Pedagang di sana mengaku tingginya harga premium akibat biaya untuk mengantre BBM di SPBU tinggi.

Zulnaldi (35) pedagang di Lang­gai menyebutkan, ia mengeluarkan biaya untuk mendapatkan satu jeri­ken BBM di SPBU. Dengan menjual Rp12.000 satu liter, maka keun­tungannya hanya Rp1.000.

Baca Juga : Manambang, Tradisi Mencari THR saat Lebaran di Padang

Selanjutnya di Koto Pulai, Kam­puang Akad dan Pasie Laweh, pedagang menjual satu liter pr­e­mium rata-rata Rp10.000. Sebelum kenaikan harga BBM tanggal 29 Maret lalu, harga premium di sana hanya Rp7.500.

Di kawasan pinggir Ranah Pesisir dan Linggo harga premium yang ditawarkan pengecer Rp11.000 per liter, sementara di Pancung Soal, Lunang Silaut, Lengayang dan Ba­tang Kapas pemilik kios tak resmi itu menjual seharga Rp9.000 perliter.

“BBM yang dibongkar tangki tidak bertahan lama di SPBU. Ratu­san jeriken telah menunggu untuk selanjutnya pihak SPBU menjual minyak ke pemilik jeriken, maka wajar premium tidak bertahan lama di SPBU,” ungkap Jerri (35) warga yang tinggal di SPBU Padang Tae.

Pantauan di sejumlah SPBU, bila stok BBM masih ada petugas SPBU masih saja melayani pengisian jeri­ken. Di SPBU Tarusan saja, se­menjak malam kenaikan harga BBM, jiriken tampak antri mem­peroleh jatah BBM.

“Di sini pengisian jeriken hanya diperkenankan malam hari saja, sementara siang tidak. Namun jika ada orang dalam, maka akan lain lagi ceritanya,” ujar Hendra (40), pe­milik jeriken dari Kapuah Tarusan.

Lain lagi di SPBU Sago, Batang Kapas dan Padang Tae. Disini petu­gas SPBU tampaknya lebih senang melayani pemilik jeriken karena setiap jeriken yang diisi poetugas akan memperoleh jeuntungan.

“Di SPBU Padang Tae saya bia­sa­nya setor Rp5.000 setiap jeri­kennya. Uang tidak disetor lang­sung ke petugas, namun melalui seorang agen. Agen inilah yang meloloskan pengisian jiriken saya,” ujar Ririp warga Balai Selasa yang mengisi jirikennya di SPBU Padang Tae.

Namun menurutnya, bila situasi seperti sekarang ini, dimana harga premium di pengecer Rp9.000, maka ia berani merogoh kocek Rp25.000 untuk pengisian satu jiriken berisi 25 - 30 liter.

“Dengan menyogok Rp25.000, maka dengan harga Rp9.000 di Balai Selasa, saya masih bisa meraih keun­tungan. Setiap jiriken maka saya akan memperoleh keuntungan sebesar Rp40.000,” kata Ririp. Ia juga mengaku, BBM yang dibelinya hari ini, rencana akan dilepas pada saat hari lebaran. Pada saat itu harga BBM bisa meningkat menjadi Rp10.000.

Kampur IX

Di Kecamatan Kapur IX, Kabu­paten Limapuluh Kota, harga eceran premi­um Rp9.000 per liter. Semen­tara harga-harga kebutuhan ma­syarakat sudah banyak yang naik.

“Umumnya, kebutuhan terse­but, merupakan kebutuhan yang dibawa dari luar Kecamatan Kapur IX,”ujar Sari Nefri tokoh ma­syarakat Kecamatan Kapur IX.

Seperti harga ayam potong yang dibawa dari Kota Payakumbuh naik dari Rp12 ribu per potong menjadi Rp14 hingga Rp15 ribu per potong. Begitu juga harga sayuran yang dibawa dari Kabupaten Agam, harga telur serta harga kebutuhan lainnya.

Untuk  premium, harga nor­mal di SPBU hanya Rp7.300 per­liternya tetapi ditingkat pengecer dijual hingga Rp9.000 per liter.

”Jarak antara SPBU yang ada di Kecamatan Pangkalan cukup jauh hingga 40 kilometer. Wajar saja premium dijual dengan harga tinggi di daerah sana,”ujar Sardi lagi.

Harga Premium di Pasaman

Harga premium ketengan di daerah  yang jauh dari SPBU di Pasaman  mencapai Rp10.000 per liter seperti Mapattunggul, Mapat­tunggul Selatan, dan Duo Koto.

“Kami harus jual bensin ini di Mapattunggul Selatan dengan harga Rp10 ribu per liter, karena jarak angkut dari SPBU ke kecamatan-kecamatan ini sangat jauh. Perlu biaya besar ke kecamatan tersebut,” ujar Oyong, pedagang ketengan di Ma­pattunggul Selatan, saat mengisi je­ri­gen di salah satu SPBU di Pa­saman.

Untuk satu trip, dia hanya bisa membawa tiga jeriken dengan isi sekitar 100 sampai 105 liter. Semen­tara biaya angkutan ke lokasi jua­lannya di Mapattunggul Selatan, meng­habiskan 3 liter bensin dan mem­butuhkan waktu setengah hari kerja.

Di sisi lain, kebutuhan masya­rakat berupa barang pabrikan terus mening­kat sedangkan nilai jual hasil tani masyarakat, tidak kunjung meningkat. Masyarakat Mapat­tunggul Selatan dan Mapattunggul yang pada umumnya berkebun karet, saat ini harga karet hanya mencapai Rp7 ribu per kilo­gram.  (h/har/ddg/col/isr)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]