Posisi Petahana Dianggap Kurang Aman


Selasa, 31 Maret 2015 - 19:30:18 WIB
Posisi Petahana Dianggap Kurang Aman

Hanya saja, ia mem­perkir­a­kan, untuk mengalahkan Ir­wan Prayitno, calon butuh formulasi yang tepat. Jika pasangan calon yang maju lebih sampai empat pasang atau lebih, menurut Taufik, Irwan akan menang mudah, sebab adanya perpecahan suara. “Tapi berbeda jika head to head. Kalau dua calon, ini akan sengit. Peluang keduanya sa­ma-sama besar,” ucap dosen IAIN Imam Bonjol tersebut.

Baca Juga : Waspada, Ditemukan Rhodamin B di Cendol Delima Pasar Bandar Buat Padang

Jika berdasarkan hasil sur­vei dan sesuai raihan elek­tibilitas, head to head antara Irwan Prayitno dan Fauzi Bahar bisa saja terjadi. Per­saingan keduanya dinilai bakalan sengit. Baik Irwan dan Fauzi, me­miliki basis suara.

Median sendiri me­rilis hasil surveinya pa­da salah satu koran lokal Sum­bar. Irwan Prayitno men­du­duki posisi puncak. Disusul ke­mudian mantan Wali Kota Padang Fauzi Bahar lalu Bu­pati Tanahdatar Shadiq Pasadigoe.

Baca Juga : Di Tengah Guyuran Hujan, Wako Hendri Septa Jemput Keluarga Penerima Bedah Rumah

Tingkat elektabilitas Irwan Prayitno mencapai 31,3 per­sen. Fauzi Bahar 13,7 persen. Wakil Gubernur Sumbar Mus­lim Kasim cuma berada di urutan empat. Beda tipis de­ngan Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit. Di posisi enam, ada anggota DPR RI Epiyardi Asda. Survei dilakukan Me­dian mulai 27 Februari hingga 7 Maret.  Namun itu bisa berubah  tergantung ke­mam­pu­an calon melakukan pen­dekatan kepada masyarakat.

Mesin Pesaing Mulai Jalan

Taufik menyebutkan, de­ngan posisi 31,3 persen, me­nan­d­akan Irwan Prayitno ti­dak terlalu spesial. Petahana itu juga tak terlalu menonjol. “Raihan 31,3 persen yang di­raih Irwan, sesuai survei Me­dian, me­nan­da­kan persaingan begitu sengit. Juga menyirat­kan, langkah me­nga­m­bil hati masyarakat yang dila­ku­kan Irwan Prayitno selama ini, tidak terlalu me­non­jol. Tidak fenomenal,” terang Taufik.

Rendahnya hasil survei Irwan Prayitno, diperkirakan karena sudah mulai ber­jalan­nya mesin politik para calon lainnya. Paling menonjol ada­lah Fauzi Bahar. Mantan Wali Kota Padang dua periode itu, memiliki elektibilitas 13,7 persen. Walau masih jauh di­ban­dingkan Irwan Prayitno, namun elektibilitas Fauzi Ba­har termasuk menanjak. Dia berada di atas Muslim Kasim, yang menjabat sebagai Wakil Gubernur dan Shadiq Pa­sa­digoe, Bupati Tanahdatar.

“Indikator rendahnya elek­tibilitas Irwan Prayitno me­mang bisa dikarenakan calon lain sudah mulai start mem­per­kenalkan diri ke masya­rakat. Suaranya tergerus calon lain. Kalau dulu Irwan Pra­yitno surveinya tinggi, karena men­jabat Gubernur Aktif, dia me­miliki agenda langsung untuk bertemu dengan masya­rakat. Dia jalan sendiri,” papar Taufik.

Disebutkan Muhammad Taufik, tak ada jaminan se­orang incumbent bisa me­ne­nangi setiap Pilkada, walau memiliki peluang lebih besar menggaet pemilih, lewat age­nda birokrasinya. Hal itu juga berlaku pada Irwan Prayitno. “Popularitas seorang calon Petahana pasti saja tinggi, tapi elektibilitasnya belum tentu. Sebab, kepopuleran bukan berarti, tingkat keterpilihan juga tinggi,” ungkap Mu­ham­mad Taufik. (h/mat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]