Jokowi Bisa Bikin Rakyat Collapse


Rabu, 01 April 2015 - 19:45:14 WIB
Jokowi Bisa Bikin Rakyat Collapse

Baru 5,5 bulan memimpin RI, pemerintahan Jokowi JK sudah menaikan BBM tiga kali. Pertama premium naik dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter dan solar dengan harga Rp5.500 menjadi Rp7.500. Berikutnya turun menjadi; premium Rp7.600 dan solar Rp7.250 per liter. Selanjutnya turun lagi, premium Rp6.600 dan solar Rp6.400 per liter.

Baca Juga : Nonaktifkan Data Ganda, Kemensos Perkenalkan New DTKS

Tidak berselang lama, harga kedua jenis BBM ini naik lagi, premium menjadi Rp6.800 per liter dan solar tetap Rp6.400 per liter. Berikutnya naik lagi masing-masing Rp500 per liter, sehingga harga premium menjadi Rp7.300 dan solar Rp6.900 per liter. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga sudah memberi sinyal bahwa berkemungkinan harga BBM kembali akan naik di April 2015.

Tidak saja, harga premium dan solar yang dipatok harganya oleh pemerintahan Jokowi-JK berdasarkan harga minyak di pasar dunia, harga gas elpiji tabung 12 kg juga diprogram oleh pemerintahan Jokowi-JK sesuai dengan harga keekonomian. Karena itu harga gas elpiji 12 kg pun sudah  beberapa kali mengalami kenaikan. Kenaikan terkini harga gas elpiji 12 kg adalah Rp5.000 per tabung. Sehingga harga gas elpiji 12 kg di tingkat agen sudah Rp148.000 per tabung. Sedangkan di pengecer harganya bisa mencapai Rp155.000, bahkan Rp16.000 per tabung.

Baca Juga : Efek Pemudik Colong Start, Polri Antisipasi Arus Balik Lebaran

Pertengahan tahun  2015 juga akan terjadi lagi kenaikan harga gas eloji 12 kg secara bertahap. Berikutnya naik lagi pada awal dan pertengahan 2016. Ditargetkan di pertengahan 2016, harga gas elpiji 12 kg sudah sama dengan harga keekonomian. Alasan menaikkan harga gas elpiji 12 kg ini, karena pemerintah sudah mewarning Pertamina yang sejak tahun 2009 terus rugi hingga Rp17 triliun, khususnya untuk biaya distribusi.

Tidak cukup di situ saja, pemerintah juga berencana mencabut subsidi gas elpiji tabung 3 kg yang selama ini diperuntukan bagi keluarga miskin dan juga sebagai pilot project . Sebagai gantinya, pemerintah memberikan dana Rp45.000 kepada keluarga pemegang kartu keluarga sejahtera (KKS). Jumlah penerima secara nasional 15,5 juta RTS (rumah tangga sasaran). Alasan menaikkan, karena subsidi gas elpiji tabung 3 kg sudah membengkak hingga mencapai Rp40 triliun. Program ini akan diujicobakan mulai Juni 2015 di tiga daerah, yakni; Batam, Bangka Belitung dan Bali.

Baca Juga : Polri dan BPJS Sepakat Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Pengguna Jalan

Naiknya harga BBM dan gas elpiji, membuat masyarakat makin menjerit. Karena kenaikan dua jenis kebutuhan vital tersebut otomatis mengatrol naik harga-harga berbagai kebutuhan pokok dan kebutuhan  lainnya. Di sisi lain nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS juga terus melorot. Melorotnya kurs rupiah terhadap dolar AS, juga menyebabkan naik harga barang-barang, terutama yang ada kaitannya dengan kegiatan ekspor impor.

Lagi-lagi dalam kondisi ini masyarakat makin sulit nasib dan posisinya. Yang paling merasakan di antaranya adalah para karyawan/pegawai swasta yang bekerja di sektror formal dan informal. Kenapa? karena gaji dan pendapatan mereka tidak ditetapkan berdasarkan kondisi keekonomian. Artinya ketika harga BBM, gas, atau dolar AS, naik, gaji mereka tetap saja seperti awal tahun. Kenaikan gaji hanya satu kali dalam setahun, berbeda dengan harga BBM, gas elpiji dan berbagai kebutuhan lainnya yang naik berkali-kali dalam setahun. Jika kecendrungan kebijakan pemerintahan Jokowi-JK tetap seperti sekarang, tak lama lagi rakyat akan collapse atau bangkrut, karena sudah besar pasak dari pada tiang. Hal ini    perlu menjadi perhatian penting oleh pemerintah. **

Baca Juga : Optimalkan Potensi Daerah untuk Percepatan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]