Suspect Difteri Capai 53 Pasien


Rabu, 01 April 2015 - 19:52:18 WIB
Suspect Difteri Capai 53 Pasien

Meskipun semula ditargetkan ORI tahap dua (ORI II) selesai dilakukan pada akhir Maret, namun karena terkendala waktu yang ber­benturan dengan jadwal ujian siswa-siswi target ORI, sehingga ORI II ditargetkan tuntas pada per­tenga­han April.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

“Pada ORI II ini, yang sudah diberi imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) yaitu 24.178 anak usia 2 bulan hingga 3 tahun, 44.553 anak usia 3-7 tahun dan 115.726 anak usia 7-15 tahun, berdasarkan data kita sudah sudah 80,38%, berdasarkan data catatan sipil sudah 72,40%. Target awal, ORI II ini tuntas akhir Maret, tapi karena anak-anak ujian jadi sedikit terkendala, mudah-mudahan perte­nga­han April ini selesai,” ucap Eka.

Ia juga mengatakan,  hingga minggu ke tigabelas tahun 2015, jumlah temuan suspect difteri total 53 pasien, sedangkan yang dinya­takan positif berjumlah 4 orang. “Kita berharap perlahan kasus ini segera berakhir, sehingga pada September nanti pada ORI III kita bisa menanggalkan status darurat difteri,” lanjut Eka.

Baca Juga : Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2021 di Padang

Sementara itu, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Gustavianof menyampaikan, selama Maret 18 pasien ditetapkan suspect difteri, namun satu persatu pulang setelah dinyatakan negatif mengidap penyakit tersebut.

“Saat ini di ruang isolasi RSUP M Djamil tersisa 7 pasien suspect difteri, mereka tengah mendapatkan perawatan sambil menunggu uji laboratorium keluar untuk mene­tapkan status masing-masing,” ucap Gustavianof.

Baca Juga : Alhamdulillah, Perumda AM Padang Gratiskan Air Masjid dan Musala Selama Ramadan

Sumbar Siaga

Sementara itu, pihak berwenang masih menetapkan empat daerah lain di luar Padang kini masih berstatus siaga hingga enam bulan ke depan. Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Mockhlasin mengatakan, dari laporan Dinas Kesehatan Sum­bar, empat daerah masih siaga itu adalah yakninya Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabu­paten Solok, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Dilihat secara geografis, empat daerah itu adalah tetangga dari Kota Padang. Karena kondisi siaga itu juga, tambahnya, dukungan dana yang dikucurkan untuk mence­gah ber­jang­kitnya vurus difteri ini juga tidaklah sedikit.  Disini, untuk penyediaan vaksin dan biaya opera­sio­nal, setiap daerah yang siaga di­be­ri kucuran dana secara bertahap se­ki­tar Rp5 miliar masing-masingnya.

Baca Juga : Aktifitas Balimau di Padang Dibubarkan Polisi

“Sementara khusus Kota Padang yang sebelumnya berstatus KLB,  dana yang disediakan untuk imu­nisasi tahap satu sampai selesai adalah sekitar Rp15 miliar.  Untuk masalah anggaran kita tak ada masa­lah, karena dibantu oleh dana pusat yang bersumber dari badan kese­hatan dunia WHO,”  jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sum­bar, Rosnini Savitri pada hari yang sama dikatakan, sejak Kota Padang ditetapkan sebagai KLB, hingga sekarang, jumlah masyarakat yang terindikasi virus ini adalah sekitar 62 orang. (h/mg-isq/mg-len)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]