“Pemain Lama” Kembali Panaskan Bursa


Rabu, 01 April 2015 - 19:53:44 WIB
“Pemain Lama” Kembali Panaskan Bursa

Di Padang Pariaman, dua incumbent, Bupati, Ali Mukh­ni dan wakil Bupati Damsuar, telah menyatakan sikapnya untuk bertarung  dalam Pilka­da. Boliho dan spanduk ke dua calon telah mulai terlihat di mana-mana dan di tengah-tengah masyarakat juga telah saling dukung mendukung.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Di samping  kedua incum­bent,  juga muncul  beberapa calon lainya. Namun calon tersebut merupakan wajah lama yang juga pernah ikut  pada  Pilkada sebelumnya. Tokoh tersebut yakni, M Yu­suf  perantau  Pekanbaru Riu yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Riau dari  PKB dan Yobana Sa­mial, perantau Jakarta  yang berprofesi sebagai notaries.

M Yusuf telah mengikuti dua kali Pilkada di Padang Pariaman. Kedua kalinya dia memperoleh suara nomor dua.  Dengan keikutsertaanya pada Pilkada 2015 ini, jelas bukan lawan yang ringan bagi incumbent.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Di setiap daerah Pilkada, incumbent merupakan calon yang paling ditakuti oleh selu­ruh lawan politiknya.  Apa­lagi bagi incumbent seperti Ali Mukhni. Ali  Mukhni yang sangat dikenal dengan blu­sukan, memang sangat dikenal dan senangi oleh seluruh m­a­sya­rakatnya.

Di samping itu incumbent Ali Mukhni dan Damsuar juga telah berbuat dengan cukup baik dan mampu  mengan­tarkan Padang Pariaman, se­bagai Kabupaten tertinggi pertumbuhan ekonominya di Sumbar. Bahkan juga telah berhasil keluar sebagai daerah tertinggal.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

“Nan, mambuek masya­rakat sangat simpatik pada Pak Ali Mukhni, adalah blusu­kannya dan kedekatannya dengan masyarakat,” ujar Jef­ris­yam, bendahara DPC PDI-P Padang Pariaman pada Ha­luan, saat pendaftaran Ali Mukhni ke PDI-P.

Menurutnya,  kalau Ali Mukh­ni mendapat kendaraan unt­uk maju pada Pilkada 2015, akan sulit mengalahknya. Kare­na calon yang akan maju lain­nya, hanya wajah lama yang per­nah dikalahkan Ali Mukhni.

Baca Juga : Perang Inovasi dalam Era Disrupsi

Sementara itu mantan ketua PNUI Padang Pariaman, Zulkar­naini Dt. Bandaro menilai, kemung­kinan calon bupati Padang Pariaman hanya tiga pasang. Namun kalau dibagi sesuai dengan perolehan kursi di DPRD, maka  partai hanya bisa mengusung lima pasang calon. Namun dengan kekuatan incumbent banyak calon yang tidak berani untuk maju.

Tiga  calon bupati yang memi­liki peluang untuk maju tersebut diantaranya, Ali Mukhni, Damsuar serta antara M Yusuf dan Yobana samial. Namun hingga kini para calon itu, belum memiliki partai pengusung yang pasti.

Hanya Ali Mukhni yang baru memiliki peluang memiliki satu partai pendukung, yakni, Nasdem.  Karena dari empat tokoh ini, hanya Ali Mukhni yang diusulkan  ke DPP partai Nasdem. Tapi Nasdem tidak dapat mengusung calonya sendiri dan harus berkoalisi.

Di Padang pariaman, tidak satu­pun partai politik yang bisa mengu­sung  calonnya. Semuanya harus berkoalisi. Dari 40 kursi di DPRD,  partai Golkar dan Nasdem memiliki kursi tertinggi yakni, masing masing lima kursi. Sedangkan untuk bisa  mengusung calon sesuai UU nomor 1 tahun 2015 tentang Pilkada, partai harus menguasai kursi 20 % di DPRD atau 25% suara.

Untuk bisa mengusung Ali Muk­h­­ni, Nasdem harus berkoalisi dengan partai yang memiliki minimal 3 kursi di DPRD Padang Pariaman. Partai yang yang memiliki 3 kursi itu diantaranya, PPP, PAN dan Hanura.

Seperti dikatakan ketua DPC Nasdem Padang Pariaman, Alfikri Mukhlis, pihaknya telah memulai menjalin komunikasi poli­tik dengan seluruh Parpol yang ada.  “Kita, tidak pernah membeda-beda­kan partai, baik itu yang tergabung  dalam KIH maupun dengan KMP,” ujarnya.

Menurut Alfikri, di Padang Pa­ria­man tidak berlaku  koalisi  seperti yang ada di pusat. Di Padang Pariaman, seluruh partai bersahabat, dan memiliki satu tekad, yakni untuk Padang Pariaman yang lebih hebat.

Ali Mukhni mengaku, yang men­dorong dirinya maju kembali seba­gai calon Bupati Padang Pariaman, karena masih ada pembangunan yang terbengkalai, serta program yang telah dirancang yang akan dimulai pembangunan pada tahun 2015 ini. “Ibarat kapal, kalau nah­kodanya baru maka kapal akan oleng,” katanya.

Umumnya pembangunan yang akan dilaksanakan dan yang terbeng­kalai itu merupakan, mega proyek yang didanai oleh APBN dan APBD Provinsi Sumbar. Seperti pemba­ngunan BP2IP, jalan lingkar Lubuk Alung, pembangunan embarkasi haji, main stadion, lintasan rel kereta api menuju BIM, serta pem­bangu­nan lainya.

Sedangkan untuk jalur trans­portasi darat lintas utara, juga se­dangkan dirintis. Yakni, jalan dari  Sungai Geingging menuju jalur  jalan Koto Mambang Tandikek menuju Padang Luar Bukit Tinggi. (***)

 

Laporan: DEDI SALIM

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]