Pertamina Kembali Naikkan Harga LPG


Rabu, 01 April 2015 - 19:55:20 WIB
Pertamina Kembali Naikkan Harga LPG

“Kita kan hanya menjalankan surat edaran dari pusat, dan surat edarannya sudah diterima. Untuk HET dari Pertamina kea gen resmi Rp148.000 per tabungnya, nah kalau untuk tingkat pangkalan atau pe­ngen­cer tentu juga akan bertambah harganya karena ongkos angkutnya tentu juga akan bertambah,” ujarnya.

Baca Juga : Waspada, Ditemukan Rhodamin B di Cendol Delima Pasar Bandar Buat Padang

Ia juga menghimbau pada selu­ruh masyarakat supaya membeli gas LPG pada agen resmi yang sudah ditunjuk oleh pihak Pertamina, jika tidak tentunya akan siap dengan resiko membeli dengan harga di atas yang telah ditetapkan.

Salah satu agen resmi LPG 12 PT Teten Gazali, Cristine mem­benarkan adanya kenaikan tersebut. Jika sebe­lumnya, untuk harga sebe­lum­nya jika dijemput ke agen Rp140.000 dan jika diantar ke alamat menjadi Rp145.000 per tabungnya. Untuk harga sekarang jika konsumen menjemput langsung ke agen harganya Rp148.000 per tabung dan jika diantarkan ke alamat menjadi Rp153.000 per tabungnya.

Baca Juga : Di Tengah Guyuran Hujan, Wako Hendri Septa Jemput Keluarga Penerima Bedah Rumah

Hal yang sama juga dikatakan oleh agen resmi Elli dari PT Adi­pura Persada Andalas yang ada di Jalan Hamka nomor 58 mengatakan memang terjadi kenaikan HET LPG, namun pihaknya belum bisa melihat sejauhmana pengaruh kenai­kan tersebut pada konsumenkarena masih hari pertama.

“Kalau konsumen menjemput ke tempat kita harganya tetap Rp148. 000 per  tabung, tapi kalau kita yang antar harganya jadi Rp153.000 per tabung karena ditambah dengan ongkos angkut kan,” ungkapnya.

Kondisi seperti ini tentunya dimanfaatkan oleh sejumlah peda­gang pengencer untuk menaikkan harga LPG 12 kg, jika sebelumnya mereka menjual dengan harga Rp 150.000 per tabungnya saat men­dengarkan kabar kenaikan LPG ini kembali dinaikkan menjadi Rp 155.000 per tabungnya.

Salah satunya yang disampaikan oleh Kenedi seorang pengencer LPG yang ada di kawasan Permindo Pa­dang. Ia mengaku menjual harga LPG 12 kg dengan harga Rp160.000 per tabungnya, dengan alasan pertamina juga menaikkan harga LPG.

“Kita kan juga mengambil dari pangkalan, bukan agen resmi. Harga di pangkalan saya beli per tabung Rp155.000 per tabung, tentunya kami juga pengen untung namanya juga orang jualan,” ujarnya.

Soal kebijakan kenaikan harga BBM, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengeluarkan Lima Tuntutan Rakyat yang didek­lara­sikan pada Malam Refleksi Milad ke-17 KAMMI, Selasa (31/3/2015) malam. Dalam deklarasi itu, Ketua Umum PP KAMMI An­driyana menyampaikan bahwa Lima Tun­tutan Rakyat ini adalah tuntutan ultimatum kepada Presiden Jokowi untuk segera mengakhiri kegaduhan dan kesulitan yang membelit rakyat.

Lima tuntutan rakyat #Ul­tima­tumJokowi tersebut adalah, perta­ma, jalankan Nawa Cita sesuai konstitusi dan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Kedua, turunkan harga BBM dan sembako dengan kemba­likan hak subsidi rakyat serta dan stabilkan nilai tukar rupiah. Ketiga, tegakkan hukum yang bebas kepen­tingan politik. Keempat, batalkan bagi-bagi kursi jabatan. Kelima, lindungi hak pribumi dari kepen­tingan asing dan aseng.

“Lima tuntutan rakyat #Ul­ti­matumJokowi ini adalah desakan ba­g­i Presiden Jokowi untuk segera meng­akhiri kesulitan dan kegaduhan yang kini dirasakan masyarakat. Pe­muda dan mahasiswa tidak akan se­gan memberikan desakan yang lebih be­sar bila hingga 20 Mei 2015 tidak ada keseriusan Presiden me­me­nuhi Li­m­a Tuntutan Rakyat ini,” ujar An­driyana dalam orasinya. (h/mg-rin)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]