Tiga Tersangka Terancam Hukuman Mati


Jumat, 03 April 2015 - 19:28:15 WIB
Tiga Tersangka Terancam Hukuman Mati

“Kita akan jerat ketiganya dengan hukuman semaksimal mungkin. Jika memang huku­man mati dapat menyela­mat­kan bangsa ini, maka akan kita jerat dengan hukuman mati,” ujar Dolly.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Senada hal itu, Kabid Hu­mas Polda Riau, AKBP Gun­tur Aryo Tejo, saat dikon­firmasi terpisah, Jumat (3/4), mengatakan kalau perbuatan terdakwa yang membawa dan sebagai perantara narkotika yang bernilai ratusan miliar tersebut, bertentangan dengan semangat pemerintah yang saat ini tengah giat-giatnya mem­berantas peredaran narkoba.

Dari hasil pemeriksaan petugas, terungkap jika NHK (55), yang merupakan warga Negara Malaysia, adalah kurir sindikat narkotika interna­sional. Dirinya mengaku disu­ruh oleh bosnya di Malaysia untuk mengantarkan pesanan ke Palembang, Sumatera Se­latan, dengan imbalan 5.000 Ringgit Malaysia.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

“Dia ini disuruh bosnya di Malaysia mengantarkan ba­rang ke Palembang. Diberi upah 5.000 Ringgit Malaysia sampai ke Palembang,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Her­mansyah, Jumat (3/4).

Sedangkan Y (30) dan YSN (35) mengaku baru me­nge­nal NHK sekitar enam bulan lalu. “Baru enam bulan dan baru kali ini diajak. Kami tak tahu kalau didalam tas itu sabu. Ia cuma minta antar ke Palembang lalu berjanji akan membayar kami,” ujar dua tersangka saat digelar ekspose, Kamis (2/4).

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Sementara itu, Y kepada wartawan saat ekspos penang­kapan mengaku adalah warga asal Pariaman Sumatera Barat. Sedangkan SN merupakan warga Bengkulu. Keduanya mengaku dihubungi NHK un­tuk dapat bertemu, beberapa hari sebelum tertangkap. “Ka­ta­nya mau ke Indonesia mela­lui jalur Batam. Lalu kete­muanlah di hotel di Dumai,” kata Y saat itu.

Untuk melakukan pe­ngung­­kapan kasus ini, ditam­bahkan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, jajaran Ditresnarkoba Polda Riau akan melakukan koordinasi dengan Polda Su­ma­tera Selatan. “Kita akan upayakan pengungkapannya sampai tuntas. Kita akan koor­dinasikan dengan Polda Sumsel,” pungkas Guntur.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

1.100 Pil Ekstasi Diamankan

Dalam waktu bersamaan, jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau juga ber­hasil mengamankan  dua pe­ngedar pil ekstasi berinisial AS dan IF. Keduanya berhasil dibekuk setelah petugas kepo­lisian menyamar menjadi pem­beli. Sebanyak 1.100 pil ekstasi bermerek donal bebek, berhasil diamankan dari ta­ngan mereka.

“Kedua tersangka ini ditang­kap saat petugas kita menyamar sebagai pembeli. Petugas awalnya memesan 200 butir. Kalau beli dalam jumlah besar perbutirnya dijual Rp120 ribu,” ungkap Direktur Re­serse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Hermansyah, Kamis (2/4) malam.

Dilanjutkan Hermansyah, setelah bersepakat soal harga, tersangka IF kemudian mene­mui petugas yang menyamar tadi. Setelah melihat uang yang dibawa petugas, IF kemudian langsung pulang untuk men­jemput barangnya.

“Saat hendak menjemput barang kerumahnya di Jalan Inpres Kelurahan Maharatu, Marpoyan Damai. IF langsung kita bekuk dan mengamankan 1.100 barang bukti narkotika jenis pil ekstasi dan seorang tersangka berinisial AS di rumahnya,” lanjut Her­mansyah.

Dipaparkan Hermansyah, dalam penggerebekan tersebut sebagian besar pil haram itu disimpan tersangka AS dan IF di dalam brangkas. Benda berat yang berbentuk kotak yang berisi ribuan butir pil ekstasi merek donal bebek berwarna cokelat turut disita oleh tim penyidik.

Sementara, hasil uji labora­torium yang telah dilakukan terhadap kedua tersangka, mereka positif menggunakan narkoba. Artinya, selain seba­gai pengedar, keduanya juga merupakan sebagai penikmat barang dagangannya tersebut. Dan pengakuan keduanya juga mengaku bahwa memperoleh barang haram tersebut dari  AF warga Pekanbaru. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]