PPPNS Diminta Tingkatkan Pengawasan


Jumat, 03 April 2015 - 19:41:21 WIB
PPPNS Diminta Tingkatkan Pengawasan

Bupati Pessel Nasrul Abit telah perintahkan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memaksimalkan peran PPPNS di lingkungan DKP. Aparat terkait diminta menindak pelaku yang mengoperasikan pukat bahan dan peralatan terlarang di kawasan perairan kabupaten tersebut. Hal itu dilakukan untuk menjaga potensi lestari ikan di daerah itu.

Baca Juga : Wagub Sumbar Bakal Perjuangkan Normalisasi Sungai Batang Sumani ke Pusat

Nasrul Abit Selasa (31/3) menyebutkan, pihaknya akan menindak tegas pengguna bahan dan alat tangkap terlarang misalnya jaring trawl yang beroperasi didaerah itu. “Kami mengharapkan para nelayan atau siapapun yang mengetahui kegiatan penangkapan ikan dengan jaring trawl untuk segera melaporkannya,” katanya.

Disebutkan, luasnya laut Pesisir Selatan menyebabkan pengawasan agak lemah, oleh sebab itu dibutuhkan peran aktif masyarakat. Pihaknya masih mendengar ada nelayan yang mengeluh tidak dapat menangkap ikan gara gara ikan sudah disapu bahan dan alat terlarang.

Baca Juga : Berprestasi, 31 Personel Polres Dharmasraya Dianugerahi Penghargaan

Dia mengatakan, pukat harimau misalnya, tidak hanya merugikan ekonomi masyarakat, akan tetapi mengakibatkan ikan ikan punah. Menurutnya pukat harimau selama ini berasal dari nelayan yang nakal yang ingin mendapatkan keuntungan sementara tapi tidak memikirkan masa depan.

Dikatakannya, kalau jaring trawl beroperasi, maka tidak ada lagi hasil tangkapan yang bisa diperoleh nelayan setempat karena di pinggir laut ini selain dangkal juga tidak ada rumpon  atau karang untuk ikan dapat berlindung.

“Nelayan pukat haimau biasanya beroperasi malam hari, atau disiang hari pada kawasan yang sulit terpantau, misalnya di depan Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti hingga Teluk Pulai,” ungkap. Bupati Pesisir Selatan, Nasrul Abit mengatakan, ia telah mengeluarkan surat keputusan larangan penggunaan bahan dan alat tangkap terkarang diwilayahnya sesuai edaran Menteri Kelautan terkait masih maraknya ditemukan nelayan yang masih menggunakan jaring ini dalam menangkap ikan.

Dengan tujuan ingin menangkapikan lebih mudah dan effisien, para nelayan  menggunakan metode tersebut mencari ikan. “Bila hal ini ditemukan lagi, nelayan dan warga yang melihat diminta segera melapor untuk ditindak tegas,” tuturnya. Disebutkannya, Pemkab memang sering kehilangan jejak karena keterbatasan  kecepatan kapal yang hanya 9 knot sementara kapala mereka mencapai 13 knot. (h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]