Ranperda Irigasi Agar Bermanfaat Bagi Petani


Jumat, 03 April 2015 - 19:48:51 WIB
Ranperda Irigasi Agar Bermanfaat Bagi Petani

Surya Jufri menyam­pai­kan, selaku lembaga yang mela­kukan pengawasan atas semua program dan perda yang dibuat pemko,dalam kunjungan ini menanyakan terkait penggu­nan air yang digunakan untuk produksi di perusahaan terse­but. Apakah penggunaan air ini bersangkutan dengan air iri­gasi atau adakah dampaknya bagi masyarakat atas peng­gunaan air ini.

Baca Juga : Di Tengah Guyuran Hujan, Wako Hendri Septa Jemput Keluarga Penerima Bedah Rumah

Seperti diketahui PT Gu­nung Naga Mas baru berdiri enam bulan. Untuk itu,­peru­sahan air meneral ini perlu diketahui dari mana sumber air yang dipergunakan dan bagaimana sistem pengola­hannya. “Maka dari itu, kami di Pansus III tentang ranperda irigasi melakukan kunjungan ke perusahaan ini,” katanya.

Pansus butuh pengkajian kembali, apakah debit air bawah tanah yang digunakan perusahaan itu tidak mem­pengaruhi kehidupan masya­rakat, kalau dari hasil kajian berdampak bagi air di ling­kungan masyarakat, seperti air sumur, air sawah dan irigasi mengalami penyusutan, pan­sus akan lakukan pemeriksaan lagi.

Baca Juga : Hendri Septa: Masyarakat Langgar Prokes Akan Ditindak Tegas

Dikatakannya, dengan lahir­­nya perda irigasi dapat memberikan tatanan yang sistematis terhadap pengeloaan irigasi untuk pengairan bagi masyarakat petani di daerah ini. Dan perda ini, diharapkan bisa mendukung swasembada pangan di Kota Padang ke depannya.

Sementara Aldifa, General Manager PT. Gunung Mas men­­je­laskan, perusahan air meneral Ayia yang dipimpin­nya mengunankan air dari dalam tanah (Sumur Bor) dengan kedalaman 100 meter. Pihak­nya telah melakukan kajian menda­lam, yang pasti tidak memakai air irigasi atau air permukaan tanah atau dari sungai.

PT. Gunung Naga Mas­ telah memiliki izin, seperti izin Amdal, SIUP, SITU bah­kan izin dari Dinas Pertam­bangan Sumbar. “Kami sa­ngat mendukung sekali­dengan adanya perda irigasi, sebab ini diperlukan sebagai landasan hukum yang kuat bagi pengelolan air irigasi dan juga menjadikan masukan apa yang dapat kami lakukan, sehingga tidak terjadinya konflik pada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas PU Kota Padang, Muswendry Evytes berpendapat, untuk penge­lolaan air bawah tanah yang dipergunakan oleh perusahan air mineral harus punya kajian yang mendalam. Apabila terjadi  musim kema­rau dan air yang di bor tidak ada, tentu akan berdampak terhadap perusahaan dan air permukaan tanah akan diserap yang akan menimbulkan pe­nyu­sutan debit air permukaan tanah yang digunakan masya­rakat petani di daerah ini .

Dan jika itu terjadi sangat disayangkan, sebab perusahan tak dapat pasokan air lagi dan akan dikemanakan pekerja yang mencapai ratusan orang itu. “Kami berharap PT. Gu­nung Mas akan mencarikan solusi, sehingga apa yang telah diinvestasikan di daerah ini dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sementara Faisal Nasir, anggota Pansus III tentang ranperda irigasi menyebutkan, petani dan beberapa usaha yang menggunakan air atau pema­kai air dan penerima manfaat irigasi hendaknya mampu me­lak­sanakan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi secara efektif dan efisien.

Diharapkan, bisa mening­katnya alih fungsi lahan beriri­gasi ke non­irigasi dan masih lemahnya ka­pasitas kelem­bagaan pengelolaan irigasi, serta le­mahnya keter­sediaan data dan informasi dalam men­­dukung pengem­bangan serta pe­ngelolaan sistem iri­gasi. Nampaknya, ini akan men­jadi ma­salah yang mesti ditun­taskan dalam ran­perda ini.

Ditambahkan Amrizal Hadi­, penggelolaan irigasi yang dimanfaatkan oleh petam­bak ikan dan sejenisnya harus dikaji ulang, sebab di dalam bab renperda irigasi tidak memasukan pengusaha tam­bak dalam mengelola irigasi.

“Kami menginginkan, air irigasi yang mengaliri ke tam­bak-tambak dapat dialirkan ke ilirnya lagi, sehingga fungsi irigasi bisa dipergunakan dan dapat mengaliri persawahan,” jelasnya. (h/ade)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]