Harga Elpiji 12 Kg Bakal Naik Terus


Jumat, 03 April 2015 - 20:06:41 WIB
Harga Elpiji 12 Kg Bakal Naik Terus

Nantinya evaluasi harga elpiji 12 Kg juga akan mengikuti evaluasi harga Pertamax yaitu 2 minggu sekali. Bahkan, pengumumannya pun akan disampaikan secara terbuka dan bisa dilihat di website Pertamina.

Baca Juga : Palestina Ternyata Tidak Punya Tentara, Ini Alasannya

Wianda juga menyatakan bahwa kenaikan elpiji 12 Kg tak akan diikuti oleh naiknya harga elpiji 3 Kg. Pasalnya, elpiji 3 Kg masih disubsidi oleh pemerintah. “Elpiji 3 Kg kan masih disubsidi full. Kami belum ada pembicaraan khusus untuk ke sana. Kan peme­rintah juga mau menerapkan subsidi langsung, nah itu yang kita dorong,” kata dia.

“Kalau kita lihat pola konsumsi 12 Kg itu kan masih sangat kecil ya, 400.000 ton per tahun, kalau yang 3 Kg itu 5,7 juta ton per tahun. Jadi itu porsinya masih lebih banyak di elpiji 3kg. Antisipasi kita dengan aparat setempat, kita juga akan mnengatasi jika terdapat indikasi indikasi keku­rangan, kita dengan cepat akan mela­kukan operasi pasar,” ucap Wianda.

Baca Juga : Korban Luka Berjatuhan Saat Ribuan Orang Palestina Demo Israel di Kota Nablus

PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga elpiji non-subsidi tabung 12 kilogram (kg) per 1 April 2015 sebesar Rp666,67 per kg atau Rp8.000,04 per tabung. Akibatnya, harga elpiji 12 kg di agen menjadi Rp142.000 per tabung dari sebe­lumnya Rp134.000.

Pertamina berdalih penaikan harga elpiji dilakukan agar perus­a­haan migas nasional itu tidak mengu­lang lagi persoalan yang sama, yakni menanggung kerugian dalam distri­busi bahan bakar minyak (BBM).

Sebagaimana diberitakan se­belum­nya, terhitung Rabu, 1 April 2015 Pertamina kembali menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi 12 kg, Rp5.000 per tabung. Untuk Sumatera Barat (Sumbar) terdapat dua Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), jadi untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) dibagi menjadi dua yakni untuk Pa­dang menjadi Rp148.000 per tabung­nya, sedangkan untuk Payakumbuh men­jadi Rp146.200 per tabung.

Hal tersebut disampaikan Sales Representative Pertamina Regional 1 Padang Sulistya Adi saat dihu­bungi Haluan . Ia mengatakan kenapa Payakumbuh lebih rendah harganya dibandingkan dengan Padang, karena Payakumbuh me­ngam­bil pasokan yang lebih dekat yakni ke Dumai jadi ongkos kirim­nya juga lebih kecil.

“Kita kan hanya menjalankan surat edaran dari pusat, dan surat edarannya sudah diterima. Untuk HET dari Pertamina kea gen resmi Rp148.000 per tabungnya, nah kalau untuk tingkat pangkalan atau pe­ngen­cer tentu juga akan bertam­bah harganya karena ongkos angkutnya tentu juga akan bertambah,” ujarnya.

Ia juga menghimbau pada selu­ruh masyarakat supaya membeli gas LPG pada agen resmi yang sudah ditunjuk oleh pihak Pertamina, jika tidak tentunya akan siap dengan resiko membeli dengan harga di atas yang telah ditetapkan.

Salah satu agen resmi LPG 12 PT Teten Gazali, Cristine mem­benarkan adanya kenaikan tersebut. Untuk harga sebelumnya jika di­jem­put ke agen Rp140.000 dan jika diantar ke alamat menjadi Rp145.000 per tabungnya. Untuk harga sekarang jika konsumen men­jemput langsung ke agen harganya Rp148.000 per tabung dan jika diantarkan ke alamat menjadi Rp153.000 per tabungnya. (h/kcm/dok)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]