Seratus WNI Masih Terjebak


Jumat, 03 April 2015 - 20:11:29 WIB
Seratus WNI  Masih Terjebak

“Saat ini kita sedang fokus mengevakuasi sekitar 45 WNI yang masih di Al Hudaidah serta sekitar 100 WNI yg masih terjebak pertempuran di Kota Aden. Semoga bisa kita eva­kuasi dari Yaman dengan ber­bagai skenario evakuasi yang memungkinkan”, ujar Di­rek­tur Perlindungan WNI dan BHI, Lalu Muhamad Iq­bal seperti dikutip republika, Jum­at  malam (3/4).

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Sementara itu Menlu Ret­no Marsudi mengatakan sela­ma masih ada WNI yang mem­butuhkan, pemerintah akan terus melakukan evakuasi dari Yaman. Namun demikian, ujar Menlu retno, kondisi di ma­sing-masing titik evakuasi ber­beda-beda karena itu semua skenario evakuasi telah disiap­kan pemerintah indonesia, baik melalui darat, laut mau­pun udara.

Sejak awal April l pe­merin­t­ah telah mengirimkan 2 Tim Percepatan Evakuasi WNI dari Yaman dibawah koor­dinasi Kemlu. Kedua Tim akan masuk ke Yaman untuk melakukan intensivikasi eva­kuasi WNI masing-masing melalui kota Salalah, kota di Oman yang berbatasan dengan yaman bagian timur, dan Jizan, kota di Arab Saudi yang berbatasan dengan Yaman bagian barat.

Baca Juga : Perkuat Infrastruktur Digitalisasi Partai, Anis Matta Resmikan Gelora Media Centre

Selain mengerahkan personil, pemerintah juga mengirimkan satu pesawat B-737 400 milik TNI AU untuk melakukan evakuasi WNI dari Yaman. Direncanakan pesawat ter­se­but berangkat ke basis ope­rasinya bandara Salalah, Oman  Jumat sore.

SEbelumnya, lebih dari 300 WNI dari ibu kota Sanaa dan seki­tarnya diberangkatkan ke pelabuhan Laut Merah, Hudaydah.Mereka i telah tiba di perbatasan Jizan, perbatasan Saudi, kata Muhammad Wazier Hidayat, mahasiswa Indo­nesia yang bekerja di KBRI. “Ngum­pul di Hudaidah (setelah diberang­katkan dari Sanaa) dan setelah itu melanjutkan perjalanan dari Hudai­dah ke Jizan siang tadi dengan meng­gunakan enam bus,” kata Hidayat.

Kementerian Luar Negeri Indo­nesia mencatat lebih dari 4.100 WNI di Yaman dan tetap membuka pendaftaran untuk proses evakuasi. Namun sejumlah WNI di Yaman termasuk di Hadramaut menolak untuk dievakuasi karena kondisi di wilayah itu “masih aman.”

Rofik Anwari, ketua Perhim­punan Pelajar Indonesia di provinsi Hadramaut, di antaranya yang me­nga­takan tidak bersedia untuk dieva­kuasi. “Kawasan ini aman, dan kami masih dapat belajar di sini,” kata Rofik.

Tinggalkan Istana

Sementara itu dari medan per­tem­puran  dilaporkan,  pasukan pem­berontak pimpinan milisi Hout­hi telah meninggalkan  Istan Presi­den Yaman Abedrabbo Mansour Hadi di Aden yang pernah menjadi basis pertahanan sang presiden.

Pasukan Houthi mundur karena tidak tahan dibom semalaman oleh pesawat-pesawat tempur koalisi Arab pimpinan Saudi.

Sehari sebelumnya pem­beron­tak Houthi menguasai kom­pleks kepre­sidenan yang berada di puncak bukti itu setelah melewati perang sengit dengan para pendukung Presiden Hadi yang tengah me­ngungsi di Saudi.

“Milisi Huthi dan sekutu-seku­tunya telah mundur dari Istana Al-Maashiq,” kata seorang pejabat di Aden yang enggan diungkapkan jati dirinya seperti dilaporkan AFP.

Hingga  Jumat  pesawat tempur sekutu pimpinan Arab Saudi,  terus  melancarkan serangan terhadap milisi Houthi di Yaman.  Pesawat tersebut juga  memasok persenjataan menggunakan parasut kepada pe­juang, yang mempertahankan Aden dari kelompok Syiah itu, kata pe­juang setempat.

Senjata ringan, peralatan tele­komunikasi serta granat berpelontar roket, diturunkan di Tawahi, distrik di tepi semenanjung Aden, yang masih dikuasai pejuang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, kata mereka seperti dikutip Reuters.

Surat kabar pendukung Hadi, “Aden al-Ghad”, memuat gambar memperlihatkan setidak-tidaknya satu peti kayu di parasut. Koran itu mengatakan paket tersebut men­darat di Aden.

Warga setempat terlihat menaik­kan peti tersebut ke mobil truk.

Kelompok Houthi, yang berse­kutu dengan Iran beserta pen­dukung-pendukung mereka, masuk hingga ke jantung Aden pada Kamis walau­pun koalisi pimpinan Saudi sebe­lumnya telah melancarkan serangan-serangan udara selama sepekan. Koalisi berupaya membendung pergerakan mereka dan pada akhir­nya ingin mengembalikan Hadi ke kursi kekuasaan.

Aden merupakan benteng utama terakhir yang dimiliki para pejuang yang loyal kepada Hadi.

Hadi sendiri pergi meninggalkan kota tersebut delapan hari lalu dan mengamati dari negara tetangganya, Arab Saudi, di saat kekuasaan yang masih dimilikinya rontok dalam menghadapi kemenangan-keme­nangan Houthi.

Dalam pada itu,  kelompok Alqaidah menyerbu sebuah penjara di tenggara Yaman, dan mem­bebas­kan beberapa ratus tahanan  terma­suk salah satu pemimpin mereka, pada Kamis  waktu setempat.

Alqaidah memanfaatkan kondisi Yaman yang tengah dilanda perang antara loyalis Presiden Abdrabbu Mansour Hadi dengan pemberontak Houthi.

Dilansir dari AFP, seorang peja­bat keamanan setempat mengatakan Khalid Batarfi, seorang tokoh senior Alqaidah yang telah ditahan selama lebih dari empat tahun, termasuk di antara lebih dari 300 tahanan yang melarikan diri dari penjara di pro­vinsi Hadramawt. (h/rol/dn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]