Pemerintah Harus Antisipasi Inflasi


Ahad, 05 April 2015 - 19:09:02 WIB
Pemerintah Harus Antisipasi Inflasi

“Ada kekhawatiran di te­ngah pengusaha terkait iklim ekonomi secara nasional dan lokal dapat mengancam ke­langsungan bisnis mereka. Apalagi Indonesia umumnya dan Sumbar khususnya akan dihadapkan pada pasar bebas Asean,”kata Teddy dalam ri­lisnya kepada Haluan.

Baca Juga : Pemko Padang Siap Kawal Pesantren Ramadan dari Covid-19

Dalam pertemuan dengan Pimpinan Bank Indonesia Sumbar itu, kata Teddy lagi, pengusaha mendapat pen­cera­han dan informasi terkait pe­rekonomian secara makro untuk Sumbar dan regional. Dari paparan tersebut gam­baran kondisi ekonomi Sum­bar memang cenderung jalan di tempat, kecuali per­tum­buhan perekonomian yang mencapai 6,2 persen.

“Tapi Jambi justru lebih baik. Dari pemaparan pak Puji itu, pertumbuhan pere­ko­no­mian Jambi mencapai ang­ka 7,9 persen dan itu tertinggi di Sumatera. Karenanya, perlu perhatian agar Sumbar,”kata Teddy yang juga seorang akun­tan ini.

Baca Juga : Sepekan Puasa, Harga Cabai Rawit Bergerak Turun di Padang

Alumni Fakultas Ekonomi Unand itu menyebutkan, perlu perhatian di sektor infra­struk­tur dan distribusi barang agar ba­rang-barang mudah dijang­kau pasar dengan harga yang ber­saing. “Untuk itu, pe­rang­kat ekonomi di Sumbar perlu mem­bangun komunikasi yang lebih intens dengan analis-analis ekonomi yang ada di Bank Indonesia agar bisa me­nyelaraskan

Sementara itu, Puji At­moko menjelaskan pada 2005 inflasi nasional pada angka 17,11 persen sementara Sum­bar 20,47 persen, 2006 inflasi nasional 6,60 persen sedang­kan Sumbar 8,05 persen, 2007 inflasi nasional 6,59 persen dan Sumbar 7,99 persen.

Baca Juga : Penertiban Balap Liar di Padang, Seorang Personel Polisi Ditabrak

Lalu, 2008 inflasi nasional 11,6 persen sedangkan Sumbar 12,68 persen, pada 2009 inflasi nasional 2,78 persen dan Sum­bar 2,05 persen, 2010 inflasi nasional 6,96 persen dan Sum­bar 7,84 persen, kata dia Se­lanjutnya, pada 2011 inflasi nasional 3,79 persen dan Sum­bar 5,37 persen, 2012 inflasi nasional 4,30 persen dan Sum­bar 4,16 persen, pada 2013 inflasi nasional 8,38 persen dan Sumbar 10,87 persen dan pada 2014 inflasi nasional 8,36 persen sedangkan Sumbar berada pada angka 11,58 per­sen, lanjut dia.

Menurut dia, dalam 10 tahun terakhir fakta me­nun­jukan inflasi Sumbar bera­da diatas angka nasional kecuali pada 2009 sedikit berada di bawah nasional. Sementara, dalam dua tahun terakhir in­flasi Sumbar merupakan yang tertinggi diantara provinsi yang ada di Sumatera.

Baca Juga : Batang Arau Disiapkan untuk Berlabuhnya KRI Dewa Ruci pada Festival Jalur Rempah dan Pelayaran Muhibah Budaya Tahun 2021

“BI sendiri menyiapkan strategi 4 K untuk dapat me­nekan inflasi tersebut, yakni Keterjangkauan harga, Ke­lancaran, ketersediaan serta komunikasi,”kata Puji sambil terus memotivasi pengusaha di Sumbar untuk tetap optimis menghadapi kondisi pere­konomian saat ini. (h/mat)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]