2 Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun


Ahad, 05 April 2015 - 19:25:47 WIB
2 Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun

Saat wartawan mencari dan menelusuri data korban serta kronologis peristiwa, tidak satupun warga di sekitar lokasi kejadian yang mengetahui secara pasti kejadian tersebut.

Baca Juga : Menara Masjid Raya Sumbar jadi Daya Tarik Baru Wisatawan

Bahkan, saat anggota Polres Sijunjung yang datang ke lokasi kejadian hendak mengecek kejadian tersebut sempat kebi­ngungan dan tidak mendapatkan informasi secara lengkap, termasuk identitas korban. Karena setelah kejadian, diduga korban dievakuasi langsung oleh para pekerja. Kedua korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal itu langsung dibawa ke rumah duka tanpa melapor kepada pihak kepolisian.

Namun Kasat Intel Polres Sijun­jung, AKP Syahrul Chan dan bebe­rapa anggota Polres bisa mem­per­oleh sedikit keterangan dari salah se­orang warga Muaro yang enggan di­sebutkan namanya dengan inisial HN.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Lebaran, Nagari Sinuruik Pasaman Barat Dirikan Posko dan PPKM Mikro

HN mengaku menjadi sopir mobil saat  mengantarkan kedua jasad korban ke rumah duka di Kenagarian Tanjung. HN mengan­tarkan jenazah, karena ada salah seorang pekerja yang meminta to­long pada dirinya untuk mengantar orang yang mengalami kecelakaan, tetapi tidak sempat menanyakan kecelakaannya karena apa.

HN juga menjelaskan, pada awalnya dia tidak mengetahui kalau orang yang berada di dalam mo­bilnya itu adalah jasad pekerja tambang. Menurut keterangan HN, kejadian yang mengakibatkan dua nyawa melayang tersebut sengaja ditutup-tutupi agar tidak diketahui polisi. Sehingga dia tidak diminta mengantarkan kedua korban ke rumah sakit atau Puskesmas terde­kat, melainkan langsung ke rumah orang tua korban.

“Sekitar pukul 13.00 WIB, ada seseorang yang datang ke rumah saya dan meminta tolong mengantarkan orang kecelakaan, namun saat saya sampai di tempat penjemputan, saya melihat ada dua orang yang digo­tong, dan rupanya keduanya telah mening­gal, lalu saat saya mena­nyakan mau diantar ke mana, seseo­rang menjawab ke rumahnya di Koto VII,” tutur HN kepada pihak kepo­lisian yang dide­ngar langsung oleh beberapa warta­wan yang datang ke lokasi kejadian.

Bahkan, menurut pengakuan salah seorang warga yang ikut mene­mani HN mengantarkan kedua mayat tersebut, korban tertimbun selama 30 menit saat melakukan penggalian. “Keterangan dari salah seorang pekerja kepada saya, kedua­nya tertimbun sekitar 30 menit,” tambahnya.

Belum diketahui, siapakah iden­titas kedua pekerja tambang yang tewas akibat tertimbun tersebut, sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan pencarian infor­masi terkait siapa identitas kedua korban tersebut, dan bagaimana kronologisnya. (h/ogi)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]