Produk Batu Akiak Lokal Mulai Muncul


Senin, 06 April 2015 - 18:59:42 WIB
Produk Batu Akiak Lokal Mulai Muncul

“Sebenarnya masih banyak bahan batu akiak yang terkan­dung di Kolok, hanya saja belum tergali dengan baik,” ujar Alhavel (38) salah seorang putra Nagari Kolok Sawah­lunto kepada Haluan, Senin (6/4).

Baca Juga : Wabup Pessel Resmikan Masjid Ar-Rahman Rawa Bubur Tapan

Pria yang kini guru MAN Beringin ‘Kota Arang’ itu mengungkapkan, hingga saat ini dirinya telah menemukan sedikitnya tiga jenis batu mulia tersebut. Dua diantaranya sudah diasah dan dipakai di keseharian.

Kedua batu mulai tersebut yakni lumut dan cimpago, keduanya tembus ketiga disi­nari dengan senter. Sehingga, kesan yang ditimbulkan kedua batu mulia tersebut, tidak kalah dengan batu akiak dari daerah lainnya.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Tidak hanya Alhaves, Erizal warga Desa Kolok Nan Tuo kini juga memakai cincin dengan batu mulia dari aliran sungai Malakutan. Dua jari di tangan kanannya terselip badar lumut dan delima kolok.

“Batu mulia ini kami cari di sungai yang melintasi Nagari Kolok dan kami asah sendiri. Hasilnya memang tidak kalah dengan batu akiak yang beredar luas di pasaran,” ujar pria yang akrab disapa Ewi tersebut.

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Bagi Ewi memakai batu daerah sendiri membuatnya bangga. Apalagi, batu yang ada di tangannya tidak kalah kemi­lau dengan batu lainnya. Se­hing­ga layak untuk dipro­mosikan kepada para pecinta batu akiak.

Lain Kolok, lain pula de­ngan Nagari Talago Gunung. Nagari yang berbatasan lang­sung dengan Kabupaten Solok itu, ternyata memiliki jenis batu akiak yang lain pula, yakni panca warna.

Baca Juga : Bantu Korban Bencana di Sulbar, Pemprov Sumbar Kembali Gelontorkan Dana Rp241 Juta

Adrizal, warga setempat mengungkapkan, batu mulai Nagari Talago Gunung terse­but memiliki warga coklat, merah, hitam, putih dan ku­ning. Kombinasi lima warna itu, menimbulkan keindahan tersendiri, ketika batu diasah.

“Batu panca warna ini, sudah mulai dipromosikan dan digunakan tokoh nasional kita. Beberapa waktu lalu, batu kita ini dipasangkan langsung Wali­kota Sawahlunto kepada Ketua Tim Ahli Kementerian Men­pan dan RB,” ujar wakil rakyat periode 2009 – 2014 itu.

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf menyambut baik mun­culnya beragam batu mulia dari berbagai desa dan nagari di Sawahlunto. Hal itu, menu­rutnya, merupakan kekayaan yang dimiliki kota wisata tambang berbudaya 2020 ter­sebut.

“Jika batu mulia ini diolah dengan baik, akan menjadi ciri khas Sawahlunto. Bahkan bisa mendatangkan nilai ekonomi tersendiri bagi warga masya­rakat, harapannya tentu bisa mendukung sektor pariwisata kita,” tambah Ali Yusuf.(h/dil)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]ianhaluan.com