Operator QNB Terancam Penjara


Senin, 06 April 2015 - 19:17:43 WIB
Operator QNB Terancam Penjara

Digelarnya dua pertandingan tersebut dianggap sebagai aksi pembangkangan karena Kemenpora sebelumnya telah meminta agar laga itu tidak dihelat dengan telah mengirimkan surat tertulis pada pihak kepolisian. Namun hal itu ternyata tidak dihiraukan PT Liga dan pihak penyelenggara (panpel).

Baca Juga : Liga Inggris, Manchester City Libas West Ham United 2-1

Imam menyebut kalau dirinya telah menyiapkan tim hukum untuk mempelajari pelanggaran yang terjadi. Menurut UU SKN nomor 3, pasal 89 ayat 1, penyelenggara yg melanggar diancam hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

“Kami sedang pelajari dengan memanggil tim hukum Kemenpora kira-kira dari sisi perdata, pidana, atau seperti apa. Karena munculnya UU (Sistem Keolahragaan Nasional) itu harus ditaati, bukan dilanggar, apalagi membangkang seperti itu. Tentu saya kecewa,” kata Imam Senin (6/4).

Baca Juga : Laga Internal Game, Skuat Garuda Terganggu Cuaca Panas

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu menambahkan, harusnya para pecinta sepakbola itu bersyukur dengan sikap tegas pemerintah karena jika dibiarkan maka sepakbola Indonesia tidak akan bisa beranjak menuju level profesional.

“Saya kira pecinta sepakbola dan pelaku sepakbola harus bersyukur kalau kami tidak tegasi mana mungkin mereka menyelesaikan syarat-syarat yang kami tetapkan. Sementara kalau biarkan pasti akan berjalan seperti kemarin. Kalau dikatakan terlalu mepet dsb. kemana saja beberapa tahun kemarin,” tegasnya.

Baca Juga : Jaring Atlet untuk Iven Nasional, Tim Taekwondo Pariaman Uji Tanding

Lantas apa sanksi terberat untuk penyelenggara yang membangkang?”UU nyata, kurungan dua tahun, sanksi 1 miliyar bagi penyelengara yang tidak memenuhi itu. Sekarang tinggal terbuka enggak mata hati kita untuk melihat UU itu. Jangan dilihat ini bahwa Menpora ingin menjegal atau tidak cinta sama Persebaya dan Arema.”sambungnya

“Saya orang Persebaya, anak saya Arema minded. Dia protes loh sama saya kenapa arema tidak direkomedasi. Saya jelaskan, satu sisi kita harus tegakkan aturan, satu sisi kita ada kecintaan pada sebuah klub,” tuntasnya. (h/dtc)

Baca Juga : Ini 5 Kandidat Peraih Trofi Ballon dOr 2021 hingga Februari, Ada Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]