Menkes Apresiasi Kota Payakumbuh


Selasa, 07 April 2015 - 19:12:39 WIB
Menkes Apresiasi Kota Payakumbuh

Dikatakan, program yang dila­kukan itu, dinilai pe­merin­tah pusat sebuah langkah maju yang harus didorong terus menerus. Makanya, kota ini ditunjuk Menkes Nila Moe­loek sebagai tuan rumah pe­ri­ngatan Hari Kesehatan Se­dunia Terintegrasi 2015. “Ba­nyak kota yang jadi pilihan, tapi Menkes menunjuk Paya­kumbuh yang tepat untuk ke­giatan ini, “ungkap Riza.

Baca Juga : Dibangun dalam Waktu Sangat Singkat, Masjid Ihsan Sungai Patai Sudah Dibuka

Menurut mantan senator di DPD RI ini, konsep berpikir untuk meningkatkan derajat kesehatan warga kota itu, cu­kup sederhana. Program yang baik dilakukan pemerintahan sebelumnya akan tetap dilan­jutkan. Hanya saja, kebijakan yang dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan Paya­kum­buh, dalam dua tahun terakhir, bagaimana merubah pola pikir masyarakat, agar merubah pola makan dan gaya hidupnya secara sehat.

“Mencegah datangnya pe­nyakit degeneratif, adalah merubah cara hidup atau life style yang memungkinkan kita hidup sehat. Program me­nekan penyakit menular yang sudah dirintis pemko se­b­e­lumnya, akan tetap di­per­tahankan. Tapi, berdasarkan evaluasi terkahir, yang me­nonjol di Paya­kumbuh atau ham­pir diseluruh kota/kabu­paten di Sum­bar, adalah pe­nyakit degeneratif, seperti jantung, stroke, dia­betes dan gagal gin­jal.

Baca Juga : Bupati Pesisir Selatan Minta Bapedalitbang Kaji Penyebab Banjir Rahul Tapan

Walikota me­ngi­­n­ginkan, dengan me­­rubah gaya hi­dup, terutama de­ngan menerapkan gaya makan yang benar, akan mampu men­cegah penyakit degeneratif. Ketika men­da­pat­kan pen­cerahan dari Wali­kota Depok Nur Mah­mudi Ismail, tentang pola makan yang be­nar, Paya­kumbuh juga akan membuat program one day no rice. “Kita akan sosialisasikan, agar masyarakat minimal da­lam sepekan tidak makan nasi dalam sehari,” katanya.

Dengan mengurangi porsi nasi, dan menggantinya de­ngan pangan lokal lainnya, pada gilirannya dapat me­ning­katkan ketahanan pangan. Maka, program Presiden Joko Widodo un­tuk menjadikan Indonesia sebagai negara swa­sem­bada beras akan mudah diwu­jud­kan. Ta­hun 2016 nanti, program ba­ru yang akan dilun­cur­kan, me­nye­dia­kan dana pada setiap puskesmas, untuk peme­rik­saan darah secara gratis. “Kalau or­gan tubuh, seperti gula da­rah, koles­terol, jantung, gin­jal, lever dan lain-lain, tak dipe­riksa secara ber­kala, dapat berdampak kema­tian secara tiba-tiba, sebutnya.

Terhadap program sa­ni­tasi, kata walikota, akan tetap dilanjutkan terus. Target pem­ko, dalam dua tahun ke depan, Payakumbuh sudah 100% pelayan air bersih. Ke­mudian sampah akan dikelola dengan baik, serta pembangunan drai­nase akan berlanjut keseluruh kelurahan. Begitu juga terha­dap ODF (open deputation free) atau stop buang air besar sembarangan, harus tuntas di tahun 2015. Kunjungan Men­kes Nila Moeloek ke Paya­kumbuh, salah satu di anta­ranya juga akan melakukan lounching ODF di Paya­kum­buh dan menerima dan men­dengar deklarasi elemen ma­syarakat dalam program ODF dimak­­sud, jelas walikota di­dam­­­pingi Kadiskes Elza­das­war­man, SKM, MPPE.

Keberanian Forum Kota Sehat dan Pokja Kota Sehat disetiap kecamatan, merazia jamban di atas kolam ikan, sebuah bentuk kepedulian dan tekad seluruh elemen ma­syarakat da­lam menyukseskan pro­gram ODF. Sebagai solu­sinya, pemko menyediakan dana milyaran rupiah untuk membangun MCK Plus+ di­be­berapa kelurahan. Dalam dua tahun terakhir telah 18 MCK Plus+ dibangun pemko pada lima kecamatan di Paya­kumbuh, simpul walikota. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]