Keluarga Mahasiswa Sumbar di Yaman Diharap Sabar


Selasa, 07 April 2015 - 19:37:40 WIB
Keluarga Mahasiswa Sumbar di Yaman Diharap Sabar

Ilham Taufiq,  mahasiswa Yaman asal  Kota Padang  yang dikontak Haluan, Selasa (7/4) petang, sangat berharap  agar segera dievakuasi  ke luar  dari  Yaman. Ilham  merupakan  satu dari 25 mahasiswa asal ranah Minang  yang kini terperangkap di Kota Aden.

Baca Juga : DPR: BPPT Perlu Dilibatkan dalam Pencarian Kapal Selam Nanggala 402

Menurut alumni MAN 2 Padang  yang sedang kuliah di  Perguruan Tinggi Al Baihani Aden,   kegiatan perkuliahan  di kampusnya  telah  dihentikan akibat kondisi Kota Aden yang  semakin gawat dan mencekam.  Sampai kemarin mereka masih bersembunyi dan berlindung di Asrama Mahasiswa di Aden.  Dalam kondisi yang makin  tidak kondusif  itu,   mereka masih belum dikunjungi pihak  KBRI di Aden.

Detik-detik yang menegangkan di Aden  juga diceritakan  oleh  Asyam Hafizh, mahasiswa Perguruan Tinggi Al Baihani asal Kota Padang  kepada ayahnya, Edi Asman Karim. Edi Asman mengutip keterangan  yang dikirim putranya  menyatakan,  situasi peperangan antara kelompok pem­berontak Syiah Huthi dengan koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman, makin  mencekam. Baku tembak peluru, ledakan roket dan granat di wilayah Aden masih terus terdengar hampir setiap menit.

Baca Juga : Larangan Mudik Diperluas, Istana: Belajar dari Kasus Covid-19 di India

Melalui video Whatsapp yang dikirim Asyam Hafizh kepada orangtuanya, terlihat ledakan roket sangat dekat dengan tempat pengungsian mereka. Menurut pengakuan mahasiswa Jurusan Dirasah Islamiah ini, ledakan loket hanya berjarak 100 meter dari lokasi persembuyian mereka. Asyam Hafizh ingin lari dari lokasi persembuyian, karena takut akan ledakan bom lain. Namun ia menyarankan pada anaknya supaya tetap di lokasi persembuyian untuk melindungi kawan-kawan yang lainnya.

Kepala Biro Pembangunan dan Kerjasama Rantau Sumbar A Yani mengatakan, pihaknya tak memiliki wewenang untuk melakukan eksekusi ataupun evakuasi terhadap mahasiswa Minang tersebut. Namun ia terus melakukan upaya untuk menghubungi Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk koordinasi.

Baca Juga : Ketua DPD RI Minta Imigrasi Deportasi Warga India yang Eksodus ke Indonesia

Sehubungan dengan keberadaan mahasiswa Minang di Yaman diharapkan orang tua dan pihak keluarga untuk bersabar. Pemerintah RI sudah berjanji akan secepatnya mengevakuasi WNI di Yaman, termasuk  di antaranya 25 orang mahasiswa Sumbar. Yang dapat dilakukan oleh orang tua dan keluarga mahasiswa Sumbar di Yaman itu adalah terus menjalin komunikasi dan menyampaikan kepada mereka agar jangan ikut membela satu belah pihak dalam perang yang pecah di Yaman tersebut. Di sisi lain mereka juga perlu dipastikan senantiasa menjalankan ibadah, seperti shalat, berdoa, mengaji dan lain sebagainya, sehingga hati dan pikirannya bisa lebih tenang. Keluarga juga diharapkan tidak putus asa dan tetap memberikan semangat dan keyakinan bahwa semua mereka akan selamat hingga mendarat di Indonesia.

Ke depan tentu kita berharap Pemprov Sumbar memiliki data jumlah dan informasi kependudukan lainnya tentang mahasiswa Sumbar yang menimba ilmu di berbagai negara dan  negara-negara Arab, khususnya. Tentu sangat disesalkan ketika faktanya Pemprov Sumbar tidak memiliki data apa pun tentang keberadaan mahasiswa Sumbar di Yaman. Mesti diakui secara jujur bahwa data-data tentang mahasiswa Sumbar yang menuntut ilmu di luar negeri sangat minim, bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Agar tidak menyulitkan, ke depan orang  tua mahasiswa Sumbar yang kuliah di luar negeri juga turut memberikan laporan ke Pemprov Sumbar.

Baca Juga : Kenapa 117 WN India Bisa Masuk ke Indonesia? Ini Penjelasan Imigrasi Soetta

Meski sama sekali tidak dikehendaki, namun situasi perang di Yaman yang tengah disaksikan para mahasiswa Sumbar akan mempermantap kesiapan mental mereka di dalam mengarungi kehidupan dan menjalankan tugas-tugas dakwah di Jalan Allah. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]