Moratorium Ikan Napoleon Buat Nelayan Anambas Menjerit


Rabu, 08 April 2015 - 18:59:37 WIB
Moratorium Ikan Napoleon Buat Nelayan Anambas Menjerit

Apalagi Sambung Yunizar untuk ekspor ikan napolen juga dibatasi. Padahal tak dapat dipungkiri pembeli ikan napo­leon adalah dari Cina dan Hongkong. “Dengan dua tahun pem­­batasan ini tentunya ne­layan yang ada sangat kewal­ahan dalam memelihara ikan na­poleon,”jelasnya.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Selanjutnya, menurut  Yu­nizar ada tiga kerugian besar yang harus ditanggung oleh nelayan saat ini. Pertama biaya pakan ikan yang semakin be­sar, makin besar ikan yang dipelihara makin murah harga ikan tersebut, dan terakhir kebutuhan pakan semakin membengkak.

“Ambil contoh Dodo dan kawan-kawan, dulu rata-tata pakan ikan (rucah) 6 sampai 8 ton perhari namun sekarang menjadi 12 ton per hari. De­ngan kondisi ikan yang kurang laku ini membuat nelayan menjerit,”jelasnya.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Ikan napoleon dengan be­rat 100 sampai dengan 1000 gramlah yang laku dipasaran, sedangkan dibawah 100 gram dan diatas 1000 gram tidak laku.

Tak dapat dipungkiri de­ngan adanya moratorium ikan napoleon ini nelayan Anambas terancam miskin. Untuk me­ngatasi hal tersebut kata Yu­nizar, pihaknya tidak ting­gal diam begitu saja, pada De­sember 2014 bupati ber­sama Kadis DKP menghadap Men­teri KKP minta Anambas mendapatkan perlakukan khu­sus. Bahkan bupati juga me­nyampaikan jumlah ikan na­poleon di Anam­bas sangat memadai.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

“Penetapan moratorium ini disebabkan di beberapa daerah itu mengambil ikan napoleon dengan meng­gu­nakan p­o­tasium yang dapat merusak e­kosistem. Namun untuk A­nambas sendiri sangat berbeda selain pem­besaran ikan oleh nelayan juga dan mengambil bibitnyapun tidak merusak ekosistem,” te­rangnya. Yunizar mensyukuri per­hatian pemerintah saat ini, kalau dulu hanya ada dua ban­dara yang dapat menjadi tempat yang dapat dilalui ekspor ikan napoleon yaitu bandara Ngurah Rai Bali dan Soekarno Hatta, Jakarta. Na­mun untuk saat ini ada empat pelabuhan di Kepri yang ada mengekpor napoleon dian­taranya Natuna dan Anambas.

“Natuna dan Anambas me­rupakan daerah penghasil ter­besar ikan napoleon saat ini,” tutupnya. (hk/yud)

Baca Juga : Menparekraf Optimistis Desa Wisata Jadi Pandemic Winner

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]