Menkes Temukan Makanan Berformalin di Payakumbuh


Kamis, 09 April 2015 - 18:50:50 WIB
Menkes Temukan Makanan Berformalin di Payakumbuh

”Setelah kita periksa, ternyata ada makanan yang mengandung formalin disini,” ujar D Anggraini petugas La­boratorium Balai Kesehatan Wilayah Regional Medan saat memberikan laporan hasil pemeriksaan sampel makanan di kantin SMAN 2 Paya­kum­buh kepada Menteri Kese­ha­tan, Nila Djuwita F Moeloek.

Baca Juga : Pantau Persiapan PPDB, Ombudsman: Website Jangan Sampai Down atau Diretas

Kandungan formalin terse­but, terdapat pada makanan tahu yang dijual di lingkungan SMAN 2 Payakumbuh kepada siswa. “Meski kandungan formalin ini sedikit, tetapi sangat berbahaya untuk kesehatan dalam jangka lama,”ujar D Anggraini.

Selain makanan tahu, Tim Laboratorium Balai Kese­hatan Regional Medan serta UPTD Kesehatan Sumbar turut memeriksa kandungan zat yang terdapat tempe serta makanan olahan lainnya yang dikosumsi oleh siswa. Begitu juga, minuman dan air bersih tak luput dari pemeriksaan petugas.

Baca Juga : Masih Langgar Prokes, 19 Orang di Pasar Lasi Disanksi

Dengan adanya temuan formalin tersebut, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek langsung meng­ins­truk­sikan Pemko Paya­kum­buh serta pihak Kepala SMAN 2 Payakumbuh untuk tidak memperjualbelikan bahan me­ngandung zat berbahaya ke­pada siswa.

“Zat formalin ini, sangat berbahaya bagi kesehatan apa­lagi dikosumsi oleh generasi muda. Untuk itu, kita harap untuk kedepannya tidak ada lagi bahan yang mengandung formalin di lingkungan se­kolah. Kasihan kita terhadap kesehatan anak,” tegas Nila Djuwita F Moeloek.

Dijelaskannya, formalin merupakan zat yang paling berbahaya apabila dikonsumsi manusia secara menerus. “Aki­bat dari formalin ini, mual, muntah dan diare, kemung­kinan terjadi pendarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, tekanan darah rendah, kejang, tidak sadar hingga ko­ma. Paling parahnya, da­pat menim­bulkan keru­sakan hati, jan­tung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan gagal ginjal,”ucap Menkes RI tersebut.

Ketua Umum Yayasan Kan­­ker Indonesia tersebut mengungkapkan, dari data kesehatan korban paling ba­nyak akibat konsumsi formalin yakni gagal ginjal. Seti­daknya, satu juta orang di Indonesia mengalami gagal ginjal sehingga harus mela­ku­kan cuci darah secara  rutin.

”Kalau kandungan formalin sudah di dalam tubuh, gagal ginjal bisa mengerang kapan saja. Bahkan hingga me­nye­babkan kematian,” te­rang Nila Djuwita F Moeloek. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]