Tindakan Mustofa Assegaf Premanisme


Kamis, 09 April 2015 - 18:54:04 WIB
Tindakan Mustofa Assegaf Premanisme

Dia meluruskan pembe­ri­taan beberapa media massa bahwa dirinya adu jotos dengan Mustofa Assegaf. “Ada yg me­nga­takan kami adu jotos. Ini pemukulan secara tiba-tiba dan saya tidak melakukan pemu­kulan apa-apa. Meskipun saya bisa melakukan pemukulan balik tetapi saya tidak mau melakukan,” ungkap anggota Dewan dari Dapil Sumbar itu.

Baca Juga : AHY Cs Absen di Sidang Mediasi Pertama, Kubu Moeldoko: Lecehkan Pengadilan

Awal dari buntut pemu­kulan itu diawali saat dirinya memimpin rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudir­man Said, Rabu (8/4). Setelah menteri menyampaikan ketera­ngan dan dia memberikan ke­sem­patan kepada anggota untuk memberikan pertanyaan. Per­tama kali yang menyampaikan pertanyaan Mustofa.

”Pak Mustofa memberikan pernyataan hampir selama 10 menit. Pada hal dalam tatib diatur 3 menit sehingga saya mengingatkan untuk dipercepat. Baru mau mengingatkan lang­sung anggota ini tunjuk-tunjuk kepada pimpinan yang saat itu terkejut,” kisah bakal calon Gubernur Sumbar itu.

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Tidak lama kemudian, di pergi ke toilet dan ketika ke luar dari toilet dia berpapasan de­ngan Mustofa. Saat itu kata Mulyadi, dirinya langsung dis­e­rang dan mukanya dipukul se­banyak 3 kali oleh Mustofa yang menggunakan cincin batu akik. “Pemukulan di koridor dari ruangan rapat ke toilet. Ke­jadiannya ketika saya akan kembali dari toilet, 3 kali dipukul di bagian wajah. Ketika dipukul yang bersangkutan menggunakan cincin,” jelas Mulyadi.

Mulyadi menilai tindakan Mus­to­fa tersebut pidana murni dan tidak ada kaitan politik. Karena itu ia menginginkan kasus pemukulan dirinya itu diproses secara hukum dan Mahkamah Kehormatan De­wan (MKD). “Sudah jelas. Ini bukan berkelahi, ini pemukulan yang tidak terduga. Kita malu sekali dengan masyarakat dengan insiden terse­but,” ujar Mulyadi.

“Saya tidak mengerti dengan yang bersangkutan. Intinya sudah terjadi pemukulan secara tiba-tiba. Yang jelas dapat dibuktikan secara hukum. Sudah divisum dan sudah diserahkan, dan saya sudah melapor ke ketua fraksi dan pimpinan Fraksi PPP sudah minta maaf karena mere­ka tidak membayangkan ada kader­nya yang terlibat dengan kejadian itu,” sambung politisi Demokrat itu.

Mulyadi mengaku hasil visum-nya telah disampaikan kepada Polda Metro Jaya. “Ini kejadian anomali yang tidak pernah dibayangkan. Kalau nanti tidak ditanggapi serius, maka ini akan menjadi preseden buruk ke depannya. DPR men­jadi tempat orang melanggar hu­kum,” kata Mulyadi yang memin­ta Mustofa Assegaf perlu diperiksa kejiwaannya karena segila-gila angg­o­ta DPR itu tidak akan memukul.

Menurut Mulyadi, dia akan me­la­porkan kasus pemukulan itu MKD setelah bertemu Pimpinan DPR. “Hari ini seharusnya mela­porkan ke MKD setelah saya bertemu dngan pimpinan. Saya hanya mengalami lebam saja,” kilah Mulyadi yang diwajahnya masih terlihat memerah bekas pukulan Mustofa. (h/sam)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]