Riau Harus Mendapat Perlakuan Istimewa dari Pemerintah Pusat


Jumat, 10 April 2015 - 19:11:46 WIB
Riau Harus Mendapat Perlakuan Istimewa dari Pemerintah Pusat

Dikatakan Jon Eizal, saat Kongres Pemuda tahun 1928, dari 300-an bahasa daerah yang ada, disepakati bahwa bahasa Melayu Riau ditetapkan se­bagai bahasa Indonesia. “Ini tercatat dalam sejarah bahwa bahasa Indonesia yang kita gunakan sekarang berasal dari bahasa Melayu Riau,” kata politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Baca Juga : Keren! Kawasan Danau Maninjau Diusulkan Jadi Wisata Unggulan Nasional

Menurut Jon Erizal, Ba­hasa Indonesia adalah sum­bangan terbesar Riau untuk Indonesia, disamping hasil alam, minyak dan gas. “Sa­yangnya, tak pernah menjadi perhatian sehingga perannya dianggap tidak penting. Pa­dahal, jika tidak ada Bahasa Melayu Riau, mungkin susah kita berkomunikasi diantara warga negara Indonesia,” ujar­nya.

Putra kelahiran Bengkalis itu tidak merasa iri dengan pemberian keistimewaan un­tuk daerah lain, seperti Aceh, Yogyakarta dan Jakarta se­bagai Ibu Kota Negara. “Tapi me­ngapa Riau dilupakan dan lu­put dari perhatian pe­me­rin­tah?” katanya mem­per­ta­nya­kan.

Baca Juga : Sandiaga Uno Sebut Ajakan Presiden Cintai Produk Lokal Bisa Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Jon Erizal juga tidak me­nuntut Riau dijadikan daerah istimewa seperti Aceh dan Yogyakarta, tapi keis­ti­me­waan itu cukup dalam bentuk per­hatian pemerintah. “Keis­timewaan itu tidak harus de­ngan dijadikan daerah isti­mewa, tapi cukup di­tun­juk­kan dengan perhatian pe­merintah dalam pem­ba­ngu­nan di Riau,” kata Jon Erizal. (h/sam)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]