Cadangan Devisa Terpangkas US$ 3,9 Miliar


Jumat, 10 April 2015 - 19:15:40 WIB
Cadangan Devisa Terpangkas US$ 3,9 Miliar

“Cadangan devisa ada di sekitar US$ 111 miliar, keliatan ada penuru­nan. Dalam banyak hal ada di ke­wajiban-kewajiban pemerintah yang jatuh tempo yang dibayar. Juga dari BI untuk melakukan stabilisasi nilai rupiah,” jelasnya di Gedung Djuanda, komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (10/4).

Baca Juga : Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi

Depresiasi nilai tukar yang terjadi pada periode Desember 2014-Maret 2015 mencapai 6%. Menurut Agus, tekanan terhadap rupiah memang cukup berat sebagai dampak dari rencana kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS The Federal Reserve/The Fed.

“Tekanan yang tinggi pada rupiah, itu adalah (pasar) pada bertanya-tanya tentang bagaimana keputusan di AS. Kemudian juga sehubungan dengan akan dimulainya quantitative easing di Eropa,” jelasnya.

Baca Juga : Panas, 1.000 Massa Pro Junta Militer Turun ke Jalan di Myanmar

Untuk saat ini, lanjut Agus, The Fed memang masih menunda kenaikan suku bunga. Ini menyebabkan investor kembali meminati aset-aset di negara berkembang, termasuk Indonesia. Dampaknya, nilai tukar rupiah ber­gerak menguat.

“Kesannya adalah tidak mau menaikkan bunga di AS secara terburu-buru. Kondisi jauh lebih stabil karena tekanan dari perkembangan di AS dan Eropa tidak seperti yang diperkirakan. Kita melihat bahwa nilai rupiah pada minggu ini jauh lebih baik dibanding­kan sebelumnya,” papar mantan Men­teri Keuangan tersebut.  (h/dtf)

Baca Juga : Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 14:51:11 WIB

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi

    Joe Biden Beri Kepastian Amankan Saudi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melakukan pembicaraan dengan Raja Arab Saudi Salman pada Kamis (25/2). Dalam percakapan perdana sejak Biden resmi menjadi pemimpin negara adidaya itu, ia menekankan komitmen AS untuk me.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 16:58:20 WIB

    Panas, 1.000 Massa Pro Junta Militer Turun ke Jalan di Myanmar

    Panas, 1.000 Massa Pro Junta Militer Turun ke Jalan di Myanmar Situasi Myanmar makin tak kondusif. Pendukung dan penentang militer bentrok di jalan-jalan kota Yangon, Kamis (25/2/2021)..
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 14:41:04 WIB

    Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19

    Astaga! Ada Tanda-tanda Fase Baru Mutasi Covid-19 Baru-baru ini sebuah penelitian di California melaporkan telah menemukan sampel dua varian virus Covid-19 yang bergabung menjadi versi virus corona. Mereka bermutasi, memicu peringatan bahwa pandemi mungkin memasuki fase baru.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 12:27:37 WIB

    Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi

    Akan Rilis, Laporan Intelijen AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) soal pembunuhan jurnalis kawakan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang akan segera dirilis, menyebutkan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS menyetujui pembunuhan.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 08:14:23 WIB

    Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS

    Pemerintahan Joe Biden Tuding Putra Raja Salman Dalang Pembunuhan Jurnalis AS Pemerintahan Presiden Joe Biden akan merilis laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang tidak diklasifikasikan mengenai kematian jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, Kamis (25/2/2021). Khashoggi merupakan kolumnis Washingto.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]