Mahasiswa Turunkan Bendera DPRD Setengah Tiang


Jumat, 10 April 2015 - 19:50:18 WIB
Mahasiswa Turunkan Bendera DPRD Setengah Tiang

Namun, karena sampai di DPRD para pengun­juk rasa tak berhasil menemui satupun dari  anggota DPRD Sumbar yang berjumlah 65 orang, aksi  tersebut akhirnya berujung dengan keributan.  Dari informasi yang beredar di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di lingkungan DPRD, seluruh anggota dewan dan pimpinan sedang mengikuti  work­shop pening­katan kapasitas pimpi­nan dan anggota DPRD Sumbar yang dilangsungkan di Kota Bukit­tinggi.

Baca Juga : Sebanyak 2.500 Pedagang Pasar di Kota Padang Divaksinasi

Kecewa karena tak ada yang bisa menerima aspirasi mereka, bendera merah putih berkibar di halaman DPRD jadi sasaran. Mereka menu­runkan bendera setengah tiang. Tidak hanya itu mahasiswa  juga melakukan aksi bakar ban, serta sebuah keranda yang bertuliskan ‘hati nurani pemerintah telah mati.

“Inilah Indonesia kita sekarang. Ketika rakyat menjerit atas ketidak­adilan kebijakan yang dibuat peme­rintah, para anggota dewan yang  seharusnya menyampaikan aspirasi kita malah sibuk kunjungan ke sana ke mari,” teriak koordinator aksi unjuk rasa, Aden Irwansyah.

Baca Juga : Hari Ini, Pedagang Pasar Raya Melakukan Vaksinasi

Sebagai penyambung lidah bagi rakyat, tambahnya, apa yang mereka temui hari itu dinilai tak pantas dilakukan oleh anggota dewan.  Menurut mereka, kalaupun ada kunjungan luar tak seharusnya semua anggota ikut pergi tanpa ada yang berada di tempat sama sekali.

“Masyarakat yang memilih ba­pak-bapak semua adalah petani, nelayan dan rakyat kecil lainnya yang ingin suara mereka disambungkan ke pemerintah. Tapi nyatanya apa, bapak-bapak hanya bisa duduk di kursi yang empuk. Namun saat kami butuh, bapak-bapak tak ada,”  kata Aden lagi.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Kamis 04 Maret 2021

Orasi  keras, bakar ban, disertai penurunan bendera setengah tiang ini mendapat direspon polisi dan anggota Pol PP yang tengah berjaga di DPRD. Beberapa di antara mere­ka berteriak memerintahkan  agar pengunjuk rasa membubarkan diri.

“Kalian tak berizin, harusnya kalian tak boleh melakukan aksi unjuk rasa kesini. Jangan bikin keributan,  kalau mau demo harus­nya ada surat dulu,” kata salah seorang petugas kepolisian kepada pengunjuk rasa.

Baca Juga : Ini Tanggapan Hendri Septa soal Siapa Wakil Walikota yang Mendampinginya

Anggota Pol PP juga tak mau tinggal diam. Melihat aksi bakar ban yang dilakukan mahasiswa mereka bersikeras untuk menghentikan. Beberapa di antara mereka berlarian ke dalam gedung DPRD guna me­ngam­bil penjinak api. Meski sempat terjadi dorong-dorongan antara petugas dan mahasiswa, api akhirnya bisa dipadamkan.

Dalam aksi ini, mahasiswa me­nyam­paikan beberapa tuntutan dan mengecam kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mahasiswa juga menyampaikan kecaman terhadap pemerintah yang dinilai tidak becus sehingga kondisi konstitusi di Indo­nesia amburadul. Mahasiswa mene­riakkan pemerintah untuk mengem­balikan subsidi BBM untuk rakyat dan meminta pemerintah meng­hentikan pembodohan dan pem­bohongan publik.

“Kembalikan subsidi BBM un­tuk rakyat dan hentikan pem­boho­ngan publik tentang pengalihan subsidi untuk pembangunan infra­struktur. Hentikan juga pem­bodo­han terhadap rakyat dengan mela­kukan pengalihan isu dari substansi persoalan yang terjadi,” kata Aden Irwansyah, kordinator aksi maha­siswa Limamira dalam aksi tersebut.

Tak hanya itu, Limamira juga meminta pemerintah menegakkan hukum dengan adil dan benar, melaksanakan hukuman mati bagi narapidana narkoba tanpa takut terhadap intervensi pihak asing. Selain itu ia juga menyampaikan protes terhadap pemberian subsidi kepada pejabat untuk membeli mobil mewah.

Setelah puas berorasi, endekati waktu Salat Jumat, mahasiswa akhir­nya membubarkan diri. Sebelum bubar Limamira mengancam, jika tuntutan tadi tak digubris, mereka akan kembali mendatangi DPRD dengan mendatangkan mahasiswa dalam jumlah yang lebih banyak lagi.

Baru saja membubarkan diri, seorang mahasiswa  terlihat ditarik untuk dibawa lagi kedalam area gedung DPRD . Dari pantau Haluan mahasiswa yang dibawa ke pos penja­gaan yang terdapat di halaman gedung DPRD tersebut terlihat dipukuli oleh petugas  yang membawanya.

Seorang petugas  yang tak dise­butkan namanya mengatakan, maha­siswa itu diamankan karena diang­gap telah bertindak anarkis dan mem­provokasi  terjadinya aksi penu­runan bendera setengah tiang. (h/mg-len)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]