Masyarakat Awasi Ketat Perkebunan PT AMP


Ahad, 12 April 2015 - 19:12:19 WIB
Masyarakat Awasi Ketat Perkebunan PT AMP

Koordinator lapangan aksi penolakan itu, Yurnalis M mengatakan, masyarakat sudah mendirikan pos dan membentuk kelompok yang jumlahnya kurang lebih tiga puluh orang. Mereka secara ber­gantian mengawasi lahan tersebut. Ia meminta pihak-pihak terkait bisa merespon tun­tutan masyarakat

Baca Juga : Door to Door, Karang Taruna TPL Padang Panjang Bagikan Takjil

Dikatakannya, pengamanan perke­bunan yang berada pada tanah ulayat masyarakat tersebut dilakukan berda­sarkan keputusan rapat yang dilakukan ninik mamak dan anak kemenakan di kantor balai adat Bawan, Kamis (9/4). Masyarakat tidak menerima replainting, dan meminta pihat PT AMP menye­lasikan sejumlah tuntutan lain.

Salah seorag ninik mamak Bawan, Adrian Agus didampingi Khaidir menga­takan, masih cukup banyak persolan menggantung yang belum diselesaikan. Oleh sebab itu, masyarakat melakukan hal itu.  Berdasarkan hasil cek fisik Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Agam pada 2014, wilayah yang dilakukan replanting itu sudah masuk ulayat masyarakat.

Baca Juga : Info BMKG Gelombang Tinggi 8 Mei: Perairan Siberut Mentawai Capai 3,5 Meter

Ia menjelaskan, seharusnya luas plasma masyarakat bawan lebih kurang 223 hektar. Namun cek fisik menunjukan kebun plasma masyarakat yang ditemui hanya seluas 203,22, artinya masih ada kekurangan sekitar  20,78 hektar.  Menurut tim teknis, kekurangan ini harus ditambah dari Block Valentine I dan II.

“Sejak 18 tahun lalu PT AMP belum pernah menyerhakan 20,78 hektar milik masyarakat itu.  Sekarang mereka malah melakukan replanting, makanya ma­syarakat menolak. Seharusnya areal itu diserahkan kepada masyarakat. Selain itu PT AMP Plantation tak pernah mem­beritahu bakal melakukan  replainting,” ungkapnya. “Hak ulayat pada Block Valentine I dan II seharunya diselesiakan dulu. Jangan main replainting saja. Kita ingin persoalan ini bisa ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan dan Pemkab Agam secepatnya. Pendudukan lahan tersebut dilakukan dalam batas waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.

Sementara itu, Humas PT AMP Plantation, Mulyono mengatakan,  pi­haknya melakukan replanting sudah sesuai ketentuan karena tidak melanggar plasma masyarakat. Untuk menyikapi permasalahan ini, pihaknya telah ber­kordinasi  dengan Pemkab Agam. Ia berharap persoalan terebut tuntas. “ PT AMP Plantation, berencana untuk rep­lanting sekitar 300 hektare sawit yang tidak produktif. Dari jumlah tersebut tidak ada yang menyentuh plasma ma­syarakat,” jelasnya. (h/yat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]