Duet Mahyeldi-Emzalmi Ditengarai Pecah Kongsi


Senin, 13 April 2015 - 20:11:01 WIB
Duet Mahyeldi-Emzalmi Ditengarai Pecah Kongsi

Gelagat tak baik itu pun tercium oleh warga Kota Pa­dang yang tergabung dalam wadah Ikatan Keluarga Padang (IKP). Pihaknya meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Padang turun tangan. Begitu juga isu yang berkembang di tengah masyarakat, terkait pasangan yang diduga pecah kongsi ini. Kinerja Pemko selama satu tahun ini harus dievaluasi.  “Kami menerima banyak pengaduan dari masya­rakat. Mereka me­ngeluhkan pemimpin mereka yang sudah tak sejalan lagi. Karena itu janji yang diumbar saat kampanye, masih jauh dari harapan,” terang Sekjen IKP Padang, Yulihasman kepada wartawan di Padang, Senin (13/4).

Baca Juga : Hendri Septa Dengarkan Pandangan Fraksi DPRD Tentang LKPJ Wali Kota Padang Tahun 2020

Janji yang dimaksud adalah pelaksanaan 10 program unggulan. Membangun  Pasar Raya Padang yang dijanjikan dalam waktu dua tahun, hingga kini belum terlihat perkembangan yang signifikan. Pasar Raya masih semrawut. Begitu juga pasar satelit, tidak ada perubahan yang lebih baik. Pasar Bandar Buat juga semrawut, Pasar Ulak Karang hidup segan mati tak mau. Demikian juga Pasar Lubuk Buaya yang belum tuntas pembangunannya usai terbakar.

Lainnya, program santunan kematian Rp satu juta juga tak bisa disalurkan lagi dan terhenti sejak 2015. Untuk kejadian ini, mestinya Pemko memberikan penjelasan pada masyarakat agar mereka tak berharap terus.  Selanjutnya, program melahirkan 10.000 wira­usahawan baru, konsepnya mesti jelas. Para wira­usahawan ini harus lahir dari binaan Pemko dan dibiayai APBD Padang, atau kerjasama dengan pihak ketiga. Dan bukan dengan klaim kesuksesan pihak lain dalam menelurkan wirausahawan. “Satu lagi yang penting adalah soal terminal. Selama Padang tidak punya terminal yang representatif, maka kesemrawutan angkutan kota akan tetap terjadi. Sedangkan program bedah rumah, hendaknya tidak membonceng program serupa di institusi lain,” katanya.  Pihaknya juga menerima keluhan tentang pe­nem­patan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai tidak mempertimbangkan aspek tertentu di Baperjakat. Ditengarai calo-calo jabatan yang berada di sekeliling walikota, menjadi salah satu penyebabnya.

Baca Juga : Hendri Septa Buka Sosialisasi LHKASN Tahun 2021

“Kami berharap, memasuki tahun kedua ke­pe­mimpinannya, Kota Padang bisa menjadi lebih baik. Segala kekurangan hendaknya dapat diperbaiki,” katanya.  Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi yang dikonfirmasi terpisah, membantah hal tersebut. Menurutnya, hubungannya dengan Wakil Walikota Emzalmi tetap harmonis. Begitu pula pelaksanaan program pemerintahan, termasuk 10 program unggulan, hingga saat ini tidak ada kendala.  “Tidak benar kita pecah kongsi. Hubungan kami tetap baik dan harmonis. Juga tidak ada kendala dalam pelaksanaan program pembangunan,” tegasnya. (h/isq/vie)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]