Sopir Angkot Tertangkap Buang Sampah


Selasa, 14 April 2015 - 18:49:09 WIB
Sopir Angkot Tertangkap Buang Sampah

Dikatakan Eddy, Andri Saputra akan di­berla­ku­kan tindak pidana ringan (Tipiring). Pihaknya memantau 10 kawasan, yakni di Jalan Bagindo Azis Chan, Sudirman, Rasuna Said hingga ke Khatib Sulaiman, Jalan S. Parman, Juanda, Veteran, Damar, Pemuda, Jalan Ratulangi dan Belakang Olo. Kemudian Jalan A. Yani, Jalan Ujung Gurun, Jalan Raden Saleh, Pantai Padang, Pantai Air Manis, Pantai Pasir Jambak dan Jalan M. Yamin.

Baca Juga : Sidak ASN Pemko Padang, Arfian: Tingkat Kehadiran Mencapai 99 Persen 

Lebih lanjut dikatakannya, ada satu faktor lagi yang akan memberatkan Andri Saputra, yaitu ketersedian tong sampah di dalam angkot. Secara langsung di dalam angkot tidak ada tong sampah yang disedikan untuk penumpang.

“Dia sendiri membuang sampah ke jalan, jelas tong sampah tidak ada di dalam angkotnya. Kalau begitu, pasti penumpangnya juga akan membuang sampah ke luar,” tutup Eddy.

Baca Juga : Setelah Ambulance untuk Palestina, Kota Padang Kembali Salurkan Bantuan Sebesar Rp100 Juta 

Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Padang, Afrizal Khaidir menuturkan, untuk mendukung Perda Sampah di tahun 2015 sudah 180 unit box sampah yang tersebar di Kota Padang. Sedangkan untuk kontainer tidak ada tambahan.

“Jumlah kontainer kita mencapai 300 unit dan box 200. Memang belum cukup, makanya kita minta SKPD untuk mendukung Perda Sampah ini, seperti di tempat wisata harus ada bantuan box sampah dari SKPD tersebut,” harap Afrizal Khaidir.

Menurut keterangan warga Kota Padang yang ditanya Haluan menuturkan, perda ini bagus untuk kebersihan Kota Padang. Tetapi, pengawasan masih kurang baik dari Satpol PP maupun dari petugas kebersihan. Ani, Warga Air Tawar Barat, setuju jika Perda Sampah ini berlaku.

Tetapi keadilan tidak ditemukan nanti, jika tidak semua kawasan ada pengawasnya. “Tidak adil rasanya jika di titik-titik tertentu saja, atau di kawasan yang tidak ada petugas pantaunya. Kadang saya lihat warga membuang sampah, tetapi petugas tidak ada. Akhirnya perilaku ini yang menular,” urainya.

Ani menyarankan, jika ingin menegakkan Perda Sampah untuk seluruh Kota Padang memang didukung oleh petugas yang ada di kelurahan masing-masing atau minimal ada petugas di setiap kecamatan.

“Jadi tidak hanya petugas Satpol PP yang patroli saja yang bisa menangkap warga yang membuang sampah. Pihak kelurahan dan kecamatan, juga bisa mengawasinya,” tutup Ani.

Hal senada juga disarankan Ahmad, warga Aia Pacah. Dikatakannya, jika perda ini berlaku untuk seluruh kawasan Kota Padang harus ada petugas yang mengawasi. Kalau tidak, tebang pilih dalam menegakkan perda ini akan terjadi.

“Kalau tertangkap petugas berlaku perda, jika tidak tertangkap perda mandul. Tidak bisa begitu sebenarnya, kalau benar-benar ingin menegakkan aturan libatkan kelurahan,” pungkas Ahmad. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]