11 Bulan Mahem, Pasar Raya Padang Masih Semrawut


Selasa, 14 April 2015 - 18:52:21 WIB
11 Bulan Mahem, Pasar Raya Padang Masih Semrawut

Pertama, melaksanakan pengaspalan dan betonisasi jalan lingkungan, perbaikan trotoar serta pengendalian banjir dan genangan air. Kedua, menyelenggarakan pendidikan, pesantren ramadhan, kegiatan keagamaan, seni budaya dan olahraga yang lebih berkualitas, serta gratis pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK Negeri dan pemberian beasiswa bagi semua pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin.

Baca Juga : Usai Badai Seroja, Muncul Danau Baru di Kota Kupang

Ketiga, menyediakan terminal angkutan kota dan terminal bus dalam 2 tahun, serta penataan sistem transportasi kota yang lebih baik. Keempat, merehab 1.000 unit rumah tidak layak huni pertahun dan pelayanan kesehatan gatis di Puskesmas dan RSUD serta ambulan gratis bagi warga miskin. Kelima, membangun  Pasar Raya Padang dalam dua tahun dan revitalisasi pasar-pasar pembantu.

Keenam, meningkatkan dana operasional kecamatan, kelurahan, RW, RT serta Guru TPQ/TQA/MDA menjadi 200 persen. Ketujuh, Memberikan santunan kematian Rp1 juta untuk warga Kota Padang. Kedelapan, mendorong pertumbuhan ekonomi, mencetak 10.000 wirausahawan baru dan pengembangan ekonomi kreatif, UMKM serta pemberdayaan ekonomi masyarakat petani dan nelayan. Kesembilan, merevitalisasi objek wisata Kota Padang menjadi wisata keluarga dan konvensi yang layak dan ramah. Kesepuluh,  menyediakan anggaran untuk tunjangan daerah bagi PNS.

Baca Juga : Lukai Perasaan Umat Islam, Wamenag: Joseph Paul Zhang Bisa Ganggu Kehidupan Beragama

Sebagian dari 10 program unggulan Mahem memang telah mulai terlaksana meski belum menyeluruh atau belum maksimal. Namun, jika ditelisik lebih dalam, ternyata   10 program unggulan Mahem tersebut kandungan subtansinya sangat dangkal. Belum lagi menyentuh pokok persoalan. Akibatnya, setelah beberapa pembangunan dan pembenahan fisik dilakukan tetap saja tidak menyelesaikan persoalan.

Yang terjadi saat ini, masyarakat cuek, masa bodoh dan bahkan membangkang kepada pemerintah daerah. Kita lihat betapa Pemko Padang tidak kuasa menertibkan para pedagang kaki lima di Pasar Raya Padang yang berjualan di badan jalan. Kondisi itu dapat dilihat dari Simpang Air Mancur Depan Masjid Taqwa Muhammadiyah hingga Simpang Eks Bioskop Mulia Theatre yang sesak oleh pedagang kaki lima. Kondisi yang sama juga terjadi mulai dari Simpang Kandang (kawasan depan Biskop Raya) hingga Simpang  Eks Bioskop Mulia Theatre.

Baca Juga : Harapan DPR Soal Reshuffle Kabinet Jilid II: Jokowi Pilih Sosok Inovatif dan Berani

Memasuki tengah hari jalan ini sangat susah diakses oleh kendaraan bermotor, terutama mobil. Aspal hotmix jalan pasar raya yang telah dioverlay dan pagar besi pembatas pedagang yang telah dipasang jadi percuma. Karena pedagang tetap berjualan di badan jalan. Dari 15-20 meter lebar jalan, yang tersisa oleh pedagang hanya sekitar 2,5-3,5 meter saja.

Di sepanjang jalan Pantai Muara Padang, pascaditertibkan jumlah pedagang justru semakin  berjibun. Makin lama makin tidak terkendali keberadaannya. Pemko nyaris seperti tak berkutik menghadapi kondisi tersebut.

Baca Juga : Pesan Menkes Budi: Vaksinasi Jangan Bikin Kita Lengah dan Tak Waspada

Wako Mahyeldi sudah beberapa kali turun ke lapangan untuk ikut bersama-sama menata kesemrautan kawasan Pasar Raya Padang. Namun baru saja Mahyeldi angkat kaki dari lokasi penertiban, para PK-5 langsung kembali menggelar dagangannya di badan jalan, sehingga badan jalan raya nyaris terisi penuh oleh para pedagang. Sampai kapan Mahem bertindak seperti mauteh-uteh kain saruang? **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]