Walikota Padang Sayangkan Tindakan Ombudsman


Selasa, 14 April 2015 - 18:57:01 WIB

Mahyeldi meyakini, tidak ada kebocoran naskah soal UN di Kota Padang, karena guru-guru di Kota Padang masih memiliki integritas dan kesadaran untuk menjaga kelancaran dan kenya­manan UN sampai akhir.

“Kita terus berupaya membuat lulusan yang terbaik, sehingga guru-guru juga sadar akan hal ini sehingga bisa menjaga pelaksanaan UN ini tetap tenang dan kondusif. Hasilnya nanti bisa dilihat dari berapa banyak lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi (PT),” tandasnya.

Ditemui terpisah, Asisten Om­budsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi mengatakan, belum dipublikasikannya tempat dan seko­lah ditemukannya foto kopi kunci jawaban UN oleh Ombudsman, untuk menjaga agar tidak meng­ganggu konsentrasi siswa. Selain itu juga agar pihak sekolah tidak ter­gang­gu dengan informasi yang beredar.

“Nanti setelah UN selesai baru kita akan telusuri kembali pene­muan foto kopi kunci jawaban ini. Sehingga bisa menjadi evaluasi untuk pelak­sanaan UN tahun beri­kut­nya,” tegas Adel saat ditemui me­dia Selasa (14/4) kemarin di Kantor Om­budsman RI Perwakilan Sumbar.

Adel Wahidi mengatakan, Om­bud­sman akan mencocokkan kunci jawaban yang didapat dalam sidak Senin (13/4) lalu. Apabila kunci jawaban yang ditemukan tersebut telah dapat dipastikan sama dengan soal yang ada, maka bisa dipastikan adanya kebocoran soal.

“Kita meminta agar hal ini bisa ditindak lanjuti oleh dinas terkait. Terkait pengujian kebenaran kunci jawaban ini kewenangan Pusat Pene­rangan Pendidikan (Puspendik), Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama,” jelasnya.

Untuk pemeriksaan tersebut katanya, akan lebih baik dilakukan saat semua proses UN untuk SMA dan sederajat selesai dilaksanakan. Karena, jika diperiksa saat ini, akan mengganggu konsentrasi siswa yang sedang mengikuti ujian.

Menanggapi temuan Ombud­sman ini, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Syamsulrizal mengatakan, tidak ada kebocoran soal UN di Sumbar. Kalau pun ada kunci yang beredar itu bisa dipastikan berasal dari luar.

“Kunci jawaban yang benar itu keluar dari Puspendik, selain dari itu semuanya menyesatkan. Jadi, kalau ada dapat kunci jawaban dari luar tentu itu tidak benar,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk pene­muan foto kopi kunci jawaban oleh Ombudsman di Kota Padang me­rupakan kewenangan Kota Padang untuk menyelesaikannya. “Kita serah­kan ke dinas terkait untuk menin­daklanjutinya,” ucap Syam­sulrizal.

Kapolda Sumbar, Brigjend Pol Bambang Sri Herwanto menga­takan, pihaknya mengaku belum mengetahui informasi penemuan kunci jawaban UN oleh Ombud­sman. Meski demikian, ia akan berkoordinasi dengan pihak Om­bud­sman. Namun ia juga menya­yangkan tindakan Ombudsman atas publikasi temuan kunci tersebut.

“Kita akan tanyakan langsung hal ini. Tapi tidak usah dipu­blika­sikanlah, ini akan mengganggu siswa dalam pelaksanaan UN,” tegas Kapolda kemarin.

Ditambahkannya, tugas dan we­wenang Kepolisian Daerah untuk mengawasi pendistribusian soal UN. ”Tugas kita cuma mengawal pen­distribusiannya. Kalau untuk pro­sesnya, kita tidak bisa masuk se­kolah,” tutupnya.

Sebelumnya, Ombudsman RI Perwakilan Sumbar mencium indi­kasi kebocoran soal pada pelak­sanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama. Dari hasil sidak petugas Ombudsman ke beberapa sekolah di Kota Padang menemukan 5 lembar foto kopi kunci jawaban dari siswa.

Tidak Ada Kunci Jawaban

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi masih meya­kini bahwa tidak ada kunci jawaban Ujian Nasional yang bocor dari sekolah kepada para siswa.

Dihubungi, Selasa (14/4) kema­rin, Habibul Fuadi menegaskan tidak ada jaminan bahwa lembaran tersebut merupakan kunci jawaban. Dirinya menganggap ada sejumlah pihak yang ingin mengambil kesem­patan dengan berpura-pura mena­warkan bocoran kepada siswa, namun bukan dari pihak sekolah.

“Saya kira yang percaya dengan hal seperti itu adalah orang-orang (siswa) yang tidak percaya diri. Bagi mereka yang telah menyiapkan diri dengan benar tidak akan percaya,” ulasnya.

Ia juga mengatakan, jika memang ada bocoran jawaban ujian yang tersebar, bukan berarti dari sekolah, karena siapa saja bisa membuatnya untuk mengambil kesempatan. “Kun­ci itu siapa saja bisa buat. Sedangkan kunci jawaban cuma ada satu dan ada di Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, bocoran kunci jawa­ban tidak mempengaruhi nilai UN yang didapat sekolah, karena setiap tahun nilai UN yang bagus rata-rata merupakan sekolah yang sama, sekolah yang selalu dengan persiapan yang lebih baik.  “Jika memang bocor, maka hasil UN tidak akan berbeda tiap sekolah, tapi kenyataannya sekolah yang lebih siap selalu mendapat nilai yang lebih bagus,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan apa tindakan dari dinas, ia mengaku belum me­nentukan apakah akan mengambil tindakan terkait adanya temuan atau informasi adanya jawaban UN yang tersebar tersebut, “Ditindak kalau emang ada yang menyimpang. Kita belum menemukan itu di sekolah,” ujarnya. (h/mg-isr/mg-rin)




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM