Ruangan tak Cukup, Belajar di Rumah Dinas


Rabu, 15 April 2015 - 18:55:08 WIB
Ruangan tak Cukup, Belajar di Rumah Dinas

Meski pun, ‘ruangan tam­bahan’ itu bisa dikatakan masih jauh dari kata layak. Gedung dengan struktur bangunan panggung itu tampak hampir roboh. Selain dinding ruangan yang terbuat dari kayu juga banyak yang berlobang.

Baca Juga : Sumatera Adventure Bisa Menjadi Lokomotif Ekonomi Baru 

Dari pantauan di sekolah itu, Selasa (14/4), para sisa tampak tetap mengikuti akti­vitas belajar mengajar dengan serius. Meski kondisi ruang belajar mereka tampak apa adanya. Beberapa siswa yang tengah mengikuti jam pela­jaran olahraga, tampak asyik bermain. “Ada apa Om?, mau memperbaiki sekolah kami ya,” ujar salah seorang siswa menanyakan kedatangan Ha­luan Riau ke sekolah itu.

Kepada Haluan Riau, Ke­pala SD Negeri 09 Tembilahan Hulu, Khaidir S, mem­benar­kan ruangan belajar yang ada di sekolah itu belum mampu menampung semua siswa. Ak­hir­nya, pihaknya terpaksa me­ng­gunakan rumah dinas guru, yang kondisinya juga cukup mengenaskan.

Baca Juga : Bagian dari Sport Tourisme, Sandiaga Uno Dukung Pelaksanaan Tour de Singkarak Digelar Tahun Ini

“Karena ruang belajar kita terbatas, terpaksa kita harus membatasi jumlah siswa yang ingin masuk untuk tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Khusus untuk ‘ruangan tambahan’ itu, Khadiri men­jelaskan, rumah dinas tersebut disekat menjadi dua ruangan, yang diperuntukan untuk em­pat kelas, yakni IV C, IV D, V C dan V D. Dua ruangan itu digunakan secara bergantian setiap hari. “Ada murid yang masuk pagi dan ada juga yang masuk sore,” jelasnya.

Disebabkan sekat ruangan hanya terbuat dari beberapa lembar triplek, Khaidir me­nga­kui banyak guru yang me­nge­luh. Sebab, bila dua kelas sedang melaksanakan aktivitas belajar, kebisingan tak bisa dihindari. Hal ini jelas mem­pengaruhi proses belajar mengajar.

Ditawari Gambar

Sebenarnya, pihak sekolah sudah mengajukan usulan un­tuk rehab gedung sekolah. Hal itu dilakukan tahun 2013 lalu. Na­mun hingga saat ini, belum ada respon dari pihak Dinas Pen­di­dikan Inhil serta dinas terkait lainnya.

“Dari usulan rehab gedung sekolah yang kami usulkan, hanya mendapatkan gambaran seperti apa gedung yang akan dibangun kelak. Tapi itu hanya sebatas gambaran yang tanpa kejelasan hingga saat ini,” terangnya.

Pihaknya berharap, Pe­me­rintah Daerah Indragiri Hilir lebih peka terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Sebab, hal ini berkaitan dengan proses men­cip­takan generasi penerus ban­gsa. Khususnya lagi untuk ke­ma­juan dunia pendidikan di Inhil. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]