Petugas Tak Mampu Atasi PKL Pasar


Rabu, 15 April 2015 - 19:08:00 WIB
Petugas Tak Mampu Atasi PKL Pasar

Kemudian di Jalan Pasar Baru depan Bioskop Raya, juga tidak berbeda kondisinya de­ngan. Begitu juga dengan PKL yang ada di depan Permindo juga sudah bermunculan, walaupun tidak seperti dahulu yang me­menuhi depan toko sepanjang Permindo. Bagi pedagang, se­pertinya jalan merupakan tem­pat berdagang.

Baca Juga : Hadiri Wirid di Perumda AM Padang, Hendri Septa Ajak Tingkatkan Kepedulian

Antoni, salah seorang peng­guna jalan raya menuturkan, kalau mau lewat di Pasar Raya Padang pada pukul 11.00 WIB, sudah susah untuk dilewati. “Kadang bikin kesal, kalau lewat pada jam tersebut. Belum lagi angkot yang masuk ke depan Air Mancur. Sebenarnya itu tidak boleh, itu yang menambah ma­cet,” papar Antoni.

Selain Antoni ada Ida, maha­siswi tingkat akhir salah satu perguruan tinggi di kota Padang. Sebagai jurusan ekonomi, Ida melihat perkembangan Pasar Raya Padang bukan semakin maju, namun semakin mundur. Hal ini dipengaruhi oleh faktor tidak tertatanya dengan baik pedagang.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

“PKL itu bagus kalau ditata. Karena PKL merupakan sebagai daya tarik bagi pengunjung pasar. Tapi, PKL bisa jadi pengaruh buruk terhadap kemajuan eko­nomi. Pembeli jadi malas untuk ke pasar kalau amburadul,” papar Ida.

Padahal dalam perjanjian antara pedagang dengan Dinas Pasar, waktu berdagang bagi PKL yakni pukul 15.00 WIB. Namun sekitar  pukul 11.00 WIB, PKL sepanjang Air Man­cur hingga Mulia Teather sudah berdagang. Tidak hanya itu saja, Dinas Pasar juga mewanti-wanti agar PKL tidak menggunakan gantungan melebihi satu meter, atau menggunakan peraga se­perti patung untuk menggantung pakaian.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

Fakta lapangannya, hampir seluruh PKL pakaian di se­pan­jang Air Mancur meng­gantung­kan baju-baju menggunakan peraga. Kuda bendi juga sudah nongkrong di dekat Air Mancur, serta pe­dagang sepatu sudah meng­guna­kan jalan hampir separuh.

Sementara Kasi Trantib Di­nas Pasar, Wendi menuturkan, pihaknya sebagai pengawas di lapangan memang memantau setiap saat kondisi PKL. “Kami pantau setiap hari PKL yang berdagang,” terang Wendi.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

Wendi menambahkan, akan menertibkan PKL kalau sudah kelewat batas ketika menggelar dagangannya. Karena tidak mungkin pihaknya mem­biar­kan PKL yang jualan sesuka hati, sementara petugas ada di lokasi. “Akan kami tertibkan dalam waktu dekat,” pung­kasnya. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]