Ombudsman Diminta Lapor Polisi


Rabu, 15 April 2015 - 19:18:13 WIB
Ombudsman Diminta Lapor Polisi

Soal indikasi kebocoran soal ini, tambah Syamsurizal lagi, semua tetap butuh pembuktian. Sebab, kebenaran dari isi kunci yang bere­dar belum bisa dipastikan. Bisa saja si pengedar kunci hanya membuat sesuatu yang mirip dengan kunci jawaban soal ujian dan mengesankan sebuah spekulasi.

Baca Juga : Batang Arau Disiapkan untuk Berlabuhnya KRI Dewa Ruci pada Festival Jalur Rempah dan Pelayaran Muhibah Budaya Tahun 2021

Sementara itu Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Achiar menya­takan, temuan Ombusdman patut diapresiasi.  Ia menilai, temuan Ombusdman telah membantu peme­rintah dalam mengawasi pelaksa­naan UN.

“Hanya saja, ini memang harus dibuktikan dulu.  Mesti dicari tahu apakah jawaban yang  tertera pada fotokopi kunci jawaban yang dise­but-sebut beredar itu sesuai dengan jawaban untuk soal UN tahun seka­rang atau tidak. Bukan tidak mung­kin itu kunci palsu,” sebut Achiar.

Baca Juga : Geledah Kamar Hunian, Petugas Lapas Klas II B Padang Temukan Sajam

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau dalam penelusuran lebih lanjut ter­bukti kunci yang beredar bukan kunci palsu, Komisi V siap untuk menin­daklanjuti masalah ini. Bersama unsur pimpinan dan ang­gota Komisi V yang lain, sebut Achiar, mereka akan melakukan evaluasi dan memanggil pihak terkait yang ber­tang­gungjawab da­lam penyelenggaraan UN di Sum­bar. “Tapi  kembali lagi pada yang tadi. Harus ada pembuktian dululah,” tandasnya.

Pastikan

Baca Juga : Resmikan Surau Papan Palinggam Padang, Gubernur: Mari Ciptakan Pemimpin Masa Datang

Terkait dengan temuan dugaan kunci soal Ujian Nasional (UN) di salah satu sekolah di Kota Padang beberapa waktu yang lalu, Om­budsman Sumbar masih akan ber­koor­­dinasi dengan Pusat Penerangan Pendidikan (Puspendik). Hal itu dilakukan untuk memastikan kebe­naran kunci soal UN tersebut.

Kepala Ombudsman RI Perwa­kilan Sumbar, Yunafri, Rabu (15/4) siang mengatakan, saat ini belum dapat dipastikan kebenaran kunci soal yang ditemukan tersebut. Un­tuk kepastian, maka diperlukan pem­buktian. Sebelum hal tersebut dapat dipastikan, Yunafri masih menolak untuk mempublikasikan tem­pat ditemukannya kunci tersebut.

Baca Juga : Cara Mengatasi Bau Mulut, Banyak Minum Air Putih saat Berbuka

”Apakah kunci soal yang kita temukan itu bodong atau bukan, ini butuh pembuktian. Kita sengaja tidak memberi tahu tempat di mana kunci tersebut ditemukan, menjaga konsentrasi peserta UN,” tuturnya.

Ombudsman akan melakukan koordinasi dengan Puspendik dalam waktu satu atau dua hari ini. Semen­tara, hari kedua dan ketiga pelaksa­naan UN yang digelar, tidak ada ditemukan lagi dugaan kunci UN meski telah tetap dilakukan peman­tauan.

Dari pantauan Ombudsman RI Perwakilan Sumbar pelaksanaan UN pada hari ketiga Rabu (15/4) berjalan lancar. Tidak lagi dite­mukan lembar kunci jawaban seperti pada Senin (13/4).

Sebelumnya, Walikota Padang Mahyeldi menyayangkan tindakan Ombudsman RI Perwakilan Sum­bar yang menyatakan adanya indika­si kebocoran soal UN di Kota Padang. Kemudian, ia juga mem­pertanyakan dugaan kunci soal yang ditemukan Ombudsman yang tidak jelas ke­beradaannya. (h/mg-len/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]