Kisruh AKBP Berujung ke Pengadilan


Kamis, 16 April 2015 - 19:01:31 WIB
Kisruh AKBP Berujung ke Pengadilan

Kisruh di lembaga pen­didikan tinggi swasta ini, telah berlangsung sejak lama, saat Mukhtar Isa meninggal dunia. Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mulai meng­gegoroti “AKBP”. De­ngan cara-cara yang halus hingga dengan cara arogan, termasuk melakukan upaya kriminalisasi terhadap Bakh­tiar Buyung. Namun semua upaya itu kandas di jalur hu­kum, dengan dikeluarkannya putusan Mahkamah Agung tahun 2002, yang menyatakan bahwa YLPN adalah pihak yang sah secara hukum untuk mengelola lembaga pen­didikan tersebut.

Baca Juga : Ada Pos Pelayanan Prokes di Pasar Raya Padang

Sebagai informasi, Mukh­tar Isa adalah kongsi Bakhtiar Buyung dalam hal pendirian dan pengelolaan yayasan lem­baga pembangunan nasional.

Tahun 2010, persoalan ke­pe­milikan kembali mencuat, ketika AKBP, STIE-KBP dan Program MM-KBP mendapat hibah milyaran rupiah dari dirjen dikti kemendiknas, karena bangunannya banyak yang rusak akibat gempa dasyat yang melanda Kota Padang, 2009.

Baca Juga : Jadwal Pendaftaran CPNS 2021 di Padang Belum Jelas

Pihak yang me­ngatas­na­makan pemilik, melakukan upaya paksa dan menduduki kampus di jalan Khatib Sula­iman. Tak hanya itu, oknum tersebut yang kemudian dike­nal sebagai keponakan Mukh­tar Isa, mengganti seluruh kunci ruang kelas dan meng­gembok lokasi kampus, dengan demikian pemilik yang sah secara hukum, dalam hal ini Yayasan Lembaga Pem­bangunan Nasional, tak bisa berbuat banyak. Alhasil, ban­tuan miliaran rupiah itupun dikembalikan ke pemerintah.

“Para pengurus YLPN, selaku pihak pengelola yang lama, memilih jalan yang ber­martabat, keluar kampus dan menempuh jalur hukum. Jika kami bersikeras, maka para mahasiswa jua lah yang akan teraniaya,” tukuk Lita Bakh­tiar, sekretaris YLPN.

Baca Juga : Dilepas Rektor UIN IB Padang, Jenazah Masnal Zajuli Dimakamkan di Tanah Datar

Padahal, lanjut Lita, ka­milah pemilik izin peny-e­lenggara pendidikan di kam­pus AKBP yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti Ke­men­diknas, bukan oknum yang mengelola sekarang ini, tambahnya.

Sementara, dalam sidang yang digelar Kamis (16/4), pihak tergugat hadir dengan pengacaranya Jonifer, SH. Sedangkan dari pihak peng­gugat yakni YLPN, diwakili oleh pengacaranya Pebrinaldi, SH dengan majelis hakim yang dipimpin oleh S Rudiantoro SH. (h/hel)

Baca Juga : Hendri Septa Serahkan Paket Sembako untuk Warga Sekitar TPA Air Dingin

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]