Nelayan Tradisional Keluhkan Harga Ikan


Kamis, 16 April 2015 - 19:02:36 WIB
Nelayan Tradisional Keluhkan Harga Ikan

“Kita nelayan kecil ini ke laut dengan kapal jenis tondo, sebulan melaut paling hanya dapat 2 ton ikan. Soal harga, kita terpaksa jauh lebih mahal dibanding ikan hasil tangkapan kapal sonsong. Bagaimana tidak dipaksakan, biaya melaut kita tinggi hasil melaut juga sedikit. Sedangkan kapal sonsong itu hasil melautnya banyak, hasil tangkapannya dijemput pembeli ke tengah laut, tentu mereka bisa bermain harga,” keluh Asril.

Baca Juga : Meski Ditutup, Pantai Padang Tetap Dikunjungi Wisatawan

Asril mencontohkan, jika harga satu kilogram (kg) ikan jenis sisik ia jual seharga Rp27 ribu, maka hasil tangkapan di ikan sonsong dijual hanya dengan Rp16 ribu. Tentu saja banyak pembeli atau toke yang lebih memilih membeli ikan di kapal sonsong dibanding kepada nelayan tradisional yang menggunakan kapal tondo.

“Terlebih lagi, mereka yang di kapal sonsong itu menggunakan jaring trawl dan purse seine (pukat cincin), sehingga hasil tangkapannya sangat banyak,” keluhnya lagi.

Baca Juga : Manambang, Tradisi Mencari THR saat Lebaran di Padang

Sedangkan untuk masalah cuaca, meskipun memasuki musim pancaroba, Asril mengaku nelayan tradisional  tidak terlalu terganggu. Karena cuaca di perairan tempat ia biasa melaut cuaca tidak terlalu ekstrem. “Kalau cuaca buruk di Padang saja, tidak mempengaruhi aktifitas kita, karena kita melaut biasanya di perairan dekat Mentawai,” tutupnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, Zalbadri mengatakan, berbedanya harga ikan tangkapan nelayan tradisional dengan tangkapan kapal besar disebabkan oleh kualitas ikan yang juga berbeda. Ikan yang dihasilkan nelayan tradisional memiliki kualitas lebih bagus, sehingga harganya cenderung lebih mahal.

“Bukan masalah permainan harga, itu karena kualitas tangkapan nelayan tradisional kita lebih bagus, sedangkan yang dihasilkan kapal besar tidak terlalu bagus, karena menangkap ikan jauh di tengah laut. Tapi keluhan nelayan tersebut tetap akan kita kaji,” ucap Zalbadri. (h/mg-isq)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]